RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1). Dalam kunjungan tersebut, Luthfi memastikan pemulihan infrastruktur vital dan rencana relokasi rumah warga menjadi prioritas utama.
Bencana yang terjadi pada 23 Januari lalu ini berdampak pada empat desa di Kecamatan Mrebet dan Karangreja. Luthfi menegaskan bahwa sejak status tanggap darurat ditetapkan, koordinasi lintas sektor telah berjalan untuk menjamin kebutuhan logistik warga terpenuhi secara paripurna.
"Hari ini kami ingin pastikan semua kebutuhan masyarakat paripurna," ujar Luthfi di Desa Serang, Purbalingga.
Baca juga : Ke Pemalang, Ahmad Luthfi Instruksikan Penanganan Pasca-Banjir Paripurna
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah rencana relokasi ratusan rumah warga yang berada di zona merah. Pemerintah Kabupaten Purbalingga kini tengah menyiapkan lokasi Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) dengan dukungan Pemprov Jateng serta kementerian terkait.
“Mengatasi bencana tidak hanya sekadar memberi bantuan dapur umum, tapi yang paling penting adalah bagaimana ke depan masyarakat bisa kembali bangkit,” lanjutnya.
Selain hunian, Luthfi memberikan atensi khusus pada belasan jembatan yang putus akibat diterjang material banjir dan longsor. Ia telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengerahan jembatan sementara guna memulihkan konektivitas antarwilayah.
Baca juga : Nyok, Hentikan Buang Sampah Sembarangan
"Kita prioritaskan jembatan yang menyambungkan wilayah ekonomi dan hajat hidup orang banyak," tegasnya.
Dalam kunjungan ini, Gubernur juga menyerahkan bantuan simbolis senilai hampir Rp 700 juta yang mencakup bahan pangan, pakaian, bantuan perumahan, hingga mainan untuk anak-anak di pengungsian.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi dukungan cepat dari Pemprov Jateng sejak hari pertama kejadian. Fahmi menyebutkan saat ini pihaknya tengah fokus berkoordinasi dengan para kepala desa untuk menghitung kebutuhan lahan huntara dan huntap, serta pemulihan saluran air bersih yang rusak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.