RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dirasakan manfaatnya hingga tingkat pos pelayanan terpadu (posyandu). Di wilayah Palmerah, kader Posyandu Kemala XVI-11 aktif menyalurkan makanan setiap hari kepada balita, lansia, dan ibu menyusui.
Bagi para kader, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. Di balik pembagian menu dan pendataan penerima, tersimpan semangat gotong royong untuk memastikan anak-anak, ibu menyusui, dan lansia mendapatkan asupan gizi yang layak.
Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, mengatakan para kader merasakan langsung dampak positif program tersebut. “Kami dari kader Posyandu Kemala XVI-11 Palmerah merasakan manfaat dari program MBG. Kami juga menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Distribusi dilakukan secara terstruktur, mulai dari posko di tingkat rukun warga (RW) hingga rukun tetangga (RT). Menu makanan diambil dari posko RW, kemudian dibagikan kepada kader balita dan Dasawisma untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat di masing-masing RT.
Baca juga : Pemerintah Larang Ormas Geruduk Dapur MBG, Pengawasan Hanya oleh Negara
“Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.
Bagi orang tua yang bekerja, pengurus menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap dapat diterima.
“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” katanya.
Data penerima manfaat, lanjut Muslika, telah tercatat rapi di masing-masing RT sehingga distribusi berjalan tepat sasaran. “Data penerima sudah ada di masing-masing RT,” ujarnya.
Baca juga : Dilarang Menikah Lagi, Kakek 97 Tahun Marah
Ia menegaskan para kader posyandu berperan sebagai pekerja sosial yang membantu proses penyaluran program.
“Kami kader posyandu ini pekerja sosial. Kami membantu menyalurkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu menyusui. Kami hanya membantu mendistribusikan. Ini seperti amal jariah bagi kami,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut diamini Gayatri, salah satu kader posyandu. “Posyandu itu pekerja sosial,” timpalnya.
Di tengah kesibukan para kader yang sebagian besar ibu rumah tangga, program ini dinilai membawa harapan bagi tumbuh kembang generasi muda. Mereka berharap perhatian terhadap gizi balita dan ibu menyusui terus berlanjut.
Baca juga : Puluhan Juta Warga Terlindungi, Sistem Anti Spam Cegah Kerugian Rp 8 T
“Kami bersyukur jika ada perhatian. Semoga program ini berlanjut dan memberikan manfaat bagi penerimanya, sehingga generasi bangsa bisa tumbuh cerdas dan kuat. Terima kasih, Pak Prabowo,” tutup Muslika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.