Dark/Light Mode

Puluhan Juta Warga Terlindungi, Sistem Anti Spam Cegah Kerugian Rp 8 T

Jumat, 6 Februari 2026 22:01 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (06/02/2026). (Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi)
Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (06/02/2026). (Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan juta warga Indonesia terlindungi dari spam dan penipuan digital setiap hari melalui penerapan sistem anti spam dan anti scam di jaringan telekomunikasi nasional. Dalam enam bulan implementasi, sistem tersebut berhasil mencegah potensi kerugian masyarakat hingga hampir Rp 8 triliun.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa perlindungan warga di ruang digital menjadi prioritas pemerintah, seiring meningkatnya kejahatan siber berbasis panggilan telepon, pesan singkat, dan tautan berbahaya.

“Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktivitas di dunia digital,” ujar Nezar dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Baca juga : Lewat Pusaka Artha, Pertagas Bawa Teknologi Migas Untuk Bersihkan Pipa Air Desa

Nezar menjelaskan, dalam enam bulan terakhir, sistem perlindungan tersebut telah mendeteksi lebih dari dua miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko.

“Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi scam dan penipuan digital,” katanya.

Selain perlindungan sistemik dari operator, partisipasi publik juga menunjukkan peningkatan signifikan. Lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan dan aktif melaporkan spam maupun upaya penipuan digital.

Baca juga : Pulihkan 107 Ribu Hektar Sawah Terdampak Bencana, Amran Minta Anggaran 5 T

“Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara penyedia layanan dan masyarakat dalam memerangi kejahatan digital. Tujuan kita sama, memastikan ruang digital Indonesia tetap terhubung, menjadi ruang untuk tumbuh, dan senantiasa terjaga,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan operator telekomunikasi, penerapan sistem anti spam dan anti scam tersebut berhasil mencegah potensi kerugian finansial pelanggan hingga sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp 8 triliun.

Angka tersebut, menurut Nezar, mencerminkan bahwa penipuan digital telah menjadi ancaman serius bagi ekonomi rumah tangga di Indonesia.

Baca juga : Mendagri Tekankan Fungsi Pemerintahan Dan Ekonomi

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri telekomunikasi agar sistem perlindungan digital semakin merata dan dapat diterapkan sebagai standar nasional.

“Kami membutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor swasta, untuk berkontribusi secara proaktif dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Nezar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.