BREAKING NEWS
 

Isi Kuliah Umum Di Lemhannas, SBY Bahas Geopolitik Dan Arah Kebijakan Nasional

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 24 Februari 2026 06:40 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily saat memberikan Kuliah Umum & Presidential Lecture dengan tema: Kondisi Geopolitik dan Situasi Lingkungan Strategis, di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Pancagatra, Jakarta, Senin (23/2/2026). (Foto: Instagram/ace.hasan.syadzily)

 Sebelumnya 
“Berbagai konflik di tiga kawasan besar dunia itu berpotensi melahirkan eskalasi global jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya. 

Karena itu, Ace menekankan pentingnya kewaspadaan nasional. Indonesia, kata dia, harus memperkuat kemandirian ekonomi, pangan, energi, peningkatan kualitas SDM, serta daya tangkal pertahanan. 

“Kita harus menjaga survival bangsa dengan membangun kemandirian dan daya tangkal yang kuat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” pungkasnya. 

Baca juga : Top, PGN Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik

Sementara itu, di sesi tanya jawab yang memperkenankan awak media masuk arena, SBY sempat menyinggung posisi Amerika Serikat (AS) yang ingin kembali menjadi kekuatan unipolar atau satu-satunya penguasa dunia. 

"Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger," kata SBY. 

Kepada para peserta, SBY mengawali penjelasannya dengan menggambarkan situasi global pada era Perang Dingin. Saat itu, dunia berada dalam tatanan bipolar yang terbagi antara dua blok besar. 

Baca juga : Menperin: Manfaat Drone Dirasakan Banyak Industri

Namun, setelah Perang Dingin berakhir, AS cenderung ingin menjadi lone ranger atau kekuatan tunggal yang bergerak sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan globalnya. Namun, SBY menilai, konfigurasi global terus berubah seiring perkembangan zaman. 

“Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar," tutur Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu. 

SBY menekankan pentingnya Indonesia untuk cermat memosisikan diri dalam percaturan global. Pesannya, Indonesia harus mampu menavigasi arah kebijakan luar negeri di tengah polarisasi kekuatan dunia saat ini. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense