Sebelumnya
Di sisi lain, aspek distribusi di negara kepulauan menjadi ujian tersendiri. Dalam Lembar Fakta dijelaskan kemasan aseptik mampu menjaga kualitas susu 9–12 bulan tanpa cold chain. Teknologi ini penting untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Tanpa pengemasan memadai, dampak gizi tidak optimal.
Penguatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) juga menjadi strategi krusial. Investasi pabrik kemasan aseptik di Cikande disebut sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan industri. Ini sejalan dengan riset IPB University (Desember 2024) tentang penguatan rantai pasok susu nasional yang merekomendasikan integrasi hulu-hilir berbasis industri domestik.
Baca juga : SUN Dorong Kawasan Industri Hijau Lewat Energy-as-a-Solution
Pengalaman negara lain menunjukkan konsistensi kebijakan menentukan hasil. Laporan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), organisasi internasional berbasis di Paris, Prancis, yang mempromosikan kebijakan ekonomi dan sosial guna meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran, dan lapangan kerja di seluruh dunia pada 18 Juli 2022 tentang School Milk Programmes mencatat, negara yang sukses meningkatkan konsumsi susu sekolah selalu menyiapkan dukungan produksi lokal dan infrastruktur distribusi sebelum ekspansi program.
Karena itu, diskursus publik perlu dijaga tetap rasional. MBG bukan sekadar proyek distribusi pangan, melainkan transformasi ekosistem industri susu. Dibutuhkan sinergi kementerian, asosiasi industri, peternak, serta media sebagai policy watchdog.
Baca juga : Jelang Ramadan, Haadiya Syari Ramaikan Industri Fashion Tanah Air
Jika dirancang bertahap—dua kali seminggu, dengan target minimal 20 persen SSDN seperti rekomendasi Ditjen PKH—maka tekanan pasar masih terkendali. Peningkatan ke 30 persen baru realistis sekitar 2027–2028 setelah populasi sapi perah bertambah dan produktivitas naik.
Pada akhirnya, satu kotak susu di tangan anak sekolah bukan sekadar minuman. Ia adalah simbol keseriusan negara membangun generasi unggul. Pertanyaannya: apakah kita siap memperkuat hulunya, memperluas hilirnya, dan menjaga keberlanjutannya?
Baca juga : IAA Jadi Simpul Inovasi Dan Solusi Industri Penerbangan
Indonesia Emas 2045 tidak dibangun dengan retorika. Ia dibangun dengan liter susu, dengan mesin produksi, dengan sapi laktasi produktif, dan dengan kebijakan yang berpijak pada data. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.