RM.id Rakyat Merdeka - Penanganan banjir dan rob di Kota Semarang menunjukkan perkembangan positif. Dalam satu tahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, luas wilayah genangan banjir berhasil ditekan secara signifikan.
Data Pemerintah Kota Semarang mencatat, wilayah genangan banjir dan rob pada 2024 mencapai 3,29 persen dari total wilayah kota. Pada 2025, angka tersebut turun menjadi 2,71 persen.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, penurunan genangan menjadi indikator keberhasilan penanganan banjir yang dilakukan secara sistemik.
“Semarang adalah kota pesisir yang setiap tahun menghadapi tantangan banjir dan rob. Kami tidak bisa menghilangkan air, tetapi bisa belajar hidup berdampingan dengan air,” kata Agustina saat meninjau rumah pompa di kawasan Tawangmas.
Baca juga : Babah Alun Soal Isu MBG Haram: Jangan Suudzon, Negara Membangun
Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan genangan cepat surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
“Yang penting genangan cepat surut, warga tidak lama terendam, dan aktivitas ekonomi segera pulih. Itu artinya kita tangguh,” ujarnya.
Program penanganan banjir tersebut berjalan melalui inisiatif “Semarang Tangguh”. Program ini mencakup penguatan infrastruktur pengendali banjir, pemeliharaan drainase, hingga peningkatan kapasitas pompa air.
Salah satu titik penanganan utama berada di kawasan Tawangmas. Pemerintah kota meningkatkan kapasitas pompa di wilayah tersebut untuk mempercepat penyedotan air rob yang masuk ke permukiman warga.
Baca juga : Pakar: Sekolah Rakyat Jawab Beban Biaya Tersembunyi Pendidikan
Selain itu, pemeliharaan saluran air juga dilakukan secara rutin. Salah satunya melalui pembersihan anak Sungai Seringin yang kerap tersumbat sedimentasi dan sampah.
Agustina menegaskan, upaya pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pompa di hilir. Pemerintah juga fokus pada perbaikan saluran dari hulu hingga hilir agar aliran air tetap lancar saat hujan deras.
“Saluran yang bersih menjadi kunci utama mencegah banjir. Kami juga mengajak warga tidak membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Pemkot Semarang menargetkan penanganan banjir terus diperkuat pada 2026. Sejumlah program telah disiapkan, antara lain normalisasi Sungai Tenggang, Sungai Siringin, Sungai Semarang, hingga Sungai Babon.
Baca juga : Sambut Layvin Kurzawa, Dewangga Siap Bersaing Sehat
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah pompa baru, peningkatan drainase kawasan permukiman, serta pembangunan tanggul di sejumlah titik rawan rob.
Agustina optimistis langkah tersebut dapat semakin mengurangi wilayah genangan di Kota Semarang.
“Kami akan terus bekerja agar genangan semakin berkurang dan Semarang semakin tangguh menghadapi banjir dan perubahan iklim,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.