BREAKING NEWS
 

Urusan Diplomasi Luar Negeri, Partai Koalisi Serahkan Ke Presiden

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 8 Maret 2026 08:14 WIB
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai koalisi pendukung pemerintah menegaskan urusan diplomasi luar negeri sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menyatakan dukungannya terhadap langkah Prabowo dalam merespons berbagai dinamika hubungan internasional.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan, komitmen partainya untuk berada di garis terdepan dalam mendukung pemerintahan Prabowo, terlebih ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi kondisi dalam negeri.

Menurut Zulhas, situasi geopolitik global saat ini membawa banyak dampak negatif bagi Indonesia. Misalnya, potensi tekanan terhadap harga komoditas, gangguan rantai pasok internasional, hingga pengaruh terhadap stabilitas fiskal dan ketahanan pangan nasional.

Karena itu, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tenang dan bijak dalam mengambil keputusan strategis. “Dalam situasi sesulit apa pun, kami berdiri di garis terdepan mendukung langkah-langkah strategis pemerintah demi kepentingan rakyat dan bangsa,” kata Zulhas dalam acara buka puasa bersama DPP PAN di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Zulhas juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian global. Ia menilai upaya memperkuat swasembada pangan menjadi langkah penting agar Indonesia tidak bergantung pada pasar internasional dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Peran Indonesia selalu dinantikan dalam setiap upaya perdamaian global. PAN mendukung penuh langkah diplomasi Presiden Prabowo. Yang terpenting, kepentingan nasional tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan tersebut.

Baca juga : Gus Falah Apresiasi Hakim PN Batam Bebaskan ABK dari Tuntutan Mati

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan, partai koalisi memahami langkah strategis Prabowo dalam mengantisipasi dampak gejolak geopolitik dunia terhadap kondisi dalam negeri, khususnya terkait pasokan energi.

“Prinsipnya, kami dari partai politik sangat memahami posisi dan langkah yang diambil oleh Bapak Presiden, termasuk kesiapan dalam mengantisipasi situasi ini,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menjelaskan, koalisi pemerintahan memiliki kesepahaman dengan pemerintah mengenai berbagai langkah antisipatif yang perlu diambil. Menurutnya, stabilitas nasional hanya dapat terjaga apabila Indonesia mampu memitigasi risiko dari ketidakpastian global yang terus berkembang.

“Semuanya ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi dinamika global agar negara kita tetap aman,” tegas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.

Adsense

Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menilai, Prabowo memiliki pandangan konstruktif dalam menghadapi tantangan global yang dihadapi Indonesia. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dan manuver taktis dalam diplomasi internasional.

“Bukan sekadar cara berpikir yang linear. Artinya, bagaimana hubungan diplomasi tetap terjaga dengan berbagai pihak,” ujar Paloh.

Baca juga : Dave Laksono: Diplomasi Energi RI–AS Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga menegaskan partainya terus mengawal dan mendukung pemerintahan Prabowo, terutama dalam mengantisipasi dampak konflik yang memanas di Timur Tengah.

AHY mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo yang menggelar rapat hingga larut malam di Istana Negara untuk membahas berbagai kemungkinan dampak konflik global. Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut, Indonesia harus sigap mengantisipasi dan memitigasi berbagai risiko.

Gejolak global, kata AHY, berpotensi memicu tekanan terhadap harga komoditas, rantai pasok, hingga stabilitas fiskal nasional. “Kami mengapresiasi segala niat baik dan ikhtiar Bapak Presiden yang dibantu Menteri Luar Negeri dan tim untuk terus mencari solusi terbaik demi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah mengapresiasi, inisiatif Presiden Prabowo untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Menurut Luluk, Indonesia memiliki pengalaman panjang sebagai juru damai dalam konflik internasional.

“Pengalaman panjang kolonialisme membuat kita memahami pentingnya menjaga martabat dan kedaulatan,” ujar Luluk.

Diketahui, Prabowo berencana melakukan kunjungan ke Teheran, Iran, untuk mendorong upaya perdamaian dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Baca juga : Jepang Pererat Silaturahmi Dengan Komunitas Muslim

Rencana tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

“Pimpinan Pakistan bersedia mendampingi Presiden Prabowo berkunjung ke Teheran. Ini langkah yang sangat baik dan menunjukkan gagasan Presiden Prabowo mendapat dukungan internasional,” kata Jimly.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga melakukan serangkaian pertemuan dengan berbagai tokoh nasional, mulai dari mantan presiden, ketua umum partai politik, hingga tokoh agama. Pertemuan tersebut bertujuan menyerap berbagai pandangan terkait dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi kondisi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense