RM.id Rakyat Merdeka - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memulai rangkaian Kick Off Milad ke-62 bertema “Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia” yang digelar di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum awal menuju puncak peringatan milad sekaligus refleksi perjalanan organisasi yang telah melahirkan banyak intelektual, pemimpin, dan tokoh bangsa selama lebih dari enam dekade.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IMM, Riyan Betra Delza, menegaskan bahwa usia ke-62 merupakan momentum penting bagi IMM untuk memperkuat peran sebagai gerakan intelektual mahasiswa yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Menurutnya, IMM harus terus menghadirkan gerakan yang nyata, bukan sekadar wacana.
“IMM harus tetap bergerak dan berdampak untuk Indonesia. Bergerak itu harus tampak bergerak, bukan sekadar mengatakan bergerak. Berdampak juga harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Riyan.
Ia menambahkan, selama ini IMM telah melahirkan banyak intelektual dan pemimpin bangsa.
Baca juga : Abdullah Puteh Dorong Pelibatan KAHMI Dalam Pemberdayaan UMKM
Karena itu, para kader diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nasional melalui gagasan, pemikiran, dan aksi nyata.
Riyan juga mengungkapkan bahwa DPP IMM saat ini tengah memperkuat basis intelektual organisasi melalui riset serta pengembangan gagasan strategis.
Salah satunya, dengan menyusun kajian mengenai sejarah dan kontribusi IMM dalam perjalanan bangsa.
“IMM adalah organisasi intelektual mahasiswa. Kontribusi pemikiran, semangat, dan gerakan kadernya diharapkan mampu menjadi solusi bagi masa depan Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IMM dalam dunia pendidikan dan gerakan mahasiswa.
Baca juga : Vega Hotel Gading Serpong Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Ia menilai, mahasiswa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk melalui penguatan pendidikan, riset, dan inovasi.
“Kampus harus menjadi ruang yang melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan pentingnya penguatan karakter kader IMM melalui tiga fondasi utama organisasi, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut merupakan identitas utama kader IMM yang harus terus dijaga dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“IMM memiliki keunggulan karena sejak awal dibangun dengan fondasi religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Inilah yang menjadi kekuatan kader IMM untuk menghadapi era baru,” kata Dahnil.
Baca juga : Menekraf Permudah Akses Pembiayaan Industri Ekraf
Kick Off Milad ke-62 IMM ini dihadiri para pimpinan organisasi, tokoh Muhammadiyah, akademisi, serta ratusan kader IMM dari berbagai daerah.
Rangkaian peringatan Milad IMM ke-62 akan diisi dengan berbagai agenda intelektual, diskusi kebangsaan, kegiatan sosial, serta penguatan gerakan kader di seluruh Indonesia.
Momentum ini diharapkan menjadi penggerak baru bagi IMM untuk terus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.