Dark/Light Mode

Stafsus Menag Kunjungi GKI Cipinang Indah, Dorong Kemitraan Lintas Iman

Selasa, 27 Januari 2026 13:06 WIB
Foto: Kemenag.
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Menteri Agama (Menag), Gugun Gumilar, melakukan kunjungan kerja ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cipinang Indah dalam rangka memperkuat kolaborasi lintas iman dan mendorong penguatan kerukunan umat beragama di era kontemporer,  Minggu (25/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Stafsus Menag menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif di tengah kehidupan masyarakat modern yang berkembang pesat dalam era Industrial Revolution 4.0.

Menurutnya, kompleksitas kehidupan multidimensi hari ini menuntut kesiapan umat beragama untuk hidup berdampingan secara damai dan rukun.

“Hari ini kita harus mengedepankan collaborative action and partnership, bukan rivalitas, dalam menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Baca juga : Perkuat Kualitas Layanan, IFG Life Dorong Kemudahan Proses Klaim

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan kajian akademik Professor Waleed El Anshary dari Xavier University, Ohio, Amerika Serikat, yang menekankan pentingnya menemukan titik temu (common words / كلمة سواء) antara umat Islam dan Kristen.

Pemikiran tersebut dituangkan dalam karyanya Muslim and Christian Understanding: Theory and Application of A Common Word (2010).

Professor El Anshary memaparkan empat aspek titik temu antara Islam dan Kristen yang dapat menjadi dasar kuat bagi kerja sama lintas iman, yaitu:

1. Theological Aspect Kedua agama sama-sama beriman kepada Tuhan, memiliki prinsip moralitas, keadilan, cinta kasih, kesetaraan, serta menjunjung nilai-nilai sakralitas.

Baca juga : Fraksi PDIP DPR Kompak Dorong Keselamatan Transportasi Wisata

2. Metaphysical Aspect Islam dan Kristen memiliki narasi historis yang menitikberatkan pada kemanusiaan serta refleksi konsep ketuhanan.

Kedua tradisi juga membangun budaya kasih sayang antar sesama. Islam: “Tidaklah beriman seseorang di antara kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari).

Kristen: “Menggunakan perkataan yang baik untuk membangun.” (Efesus 4:29)

3. Mystical Aspect Aspek mistik kedua agama sama-sama menampilkan dimensi esoterik dan eksoterik yang tercermin melalui kekhusyukan ibadah, doa, dan dzikir.

Baca juga : Ingatkan Keseimbangan Fungsi Hutan, Sonny Dorong Kemenhut Sejalan UU Kehutanan

4. Religious Compassion Islam menekankan rahmah (kasih sayang) dengan Allah sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sementara ajaran Yesus dalam tradisi Kristen menekankan cinta kasih kepada sesama dan pelayanan kemanusiaan.

Apresiasi untuk GKI Cipinang Indah Stafsus Menag menyampaikan apresiasi kepada GKI Cipinang Indah atas undangan dan ruang dialog yang diberikan.

“Terima kasih GKI Cipinang Indah atas undangannya. Semoga kerja sama dan persaudaraan lintas iman terus tumbuh demi Indonesia yang semakin rukun dan maju,” tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.