Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI) Abdullah Puteh menegaskan pentingnya konsolidasi kekuatan alumni HMI untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Menurutnya, jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor merupakan modal sosial besar yang harus diintegrasikan dengan program pemerintah.
“Ramadan adalah momentum refleksi sekaligus konsolidasi. Alumni HMI harus hadir dengan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi, terutama di sektor UMKM,” ujar Abdullah Puteh dalam forum Silaturahmi Nasional dan Buka Puasa Bersama Ramadan 1447 Hijriah, di Gedung SMESCO, Kementerian UMKM RI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Abdullah Puteh menegaskan perlunya kolaborasi bersama antara KAHMI dan Kementerian UMKM untuk pemberdayaan UMKM.
Baca juga : Trump Konfirmasi AS Terlibat Dalam Serangan Israel Ke Iran
Untuk itu, ia mendorong adanya program sinergi terstruktur antara Kementerian UMKM dan jaringan alumni, mulai dari pendampingan usaha, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pembukaan jaringan pasar baru bagi UMKM kader.
Bagi Abdullah Puteh, sinergi tersebut penting agar UMKM kader tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terhubung dalam ekosistem usaha yang saling menguatkan dan berkelanjutan. Ia menilai, tanpa konsolidasi dan integrasi jaringan, potensi besar alumni akan sulit memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa tantangan utama UMKM saat ini bukan lagi sekadar produksi, melainkan akses dan perluasan pasar pascaproduksi.
Ia menyebut banyak pelaku UMKM mampu menghasilkan produk berkualitas, namun kesulitan menembus dan mempertahankan pasar secara berkelanjutan.
Baca juga : Inggris Libatkan Perempuan Dalam Agenda Perdamaian
“Banyak UMKM mampu memproduksi barang dengan kualitas baik. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana produk itu terserap pasar secara berkelanjutan,” kata Maman.
Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem pemasaran dan optimalisasi KUR sebagai instrumen pembiayaan inklusif. Menurut Maman, jaringan alumni HMI dan KAHMI berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas kanal distribusi dan pembiayaan UMKM.
Dia menilai KUR harus semakin mudah diakses dan terstruktur, termasuk melalui simpul-simpul jejaring alumni di berbagai daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN Wihaji, Sekretaris Jenderal MN-KAHMI Syamsul Qomar, anggota DPR Ahmad Dolly Kurnia, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Rangkaian acara juga diisi ceramah Ramadan bertema “Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam melalui Penguatan UMKM” oleh Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Euis Amalia.
Baca juga : Ekonom UI: Program MBG Dongkrak Pertanian dan Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penguatan UMKM merupakan instrumen pemerataan ekonomi sekaligus mandat moral dalam perspektif ekonomi Islam. Euis Amalia menegaskan bahwa keadilan distributif tidak hanya berbicara soal pembagian hasil, tetapi juga akses terhadap modal, pasar, dan kebijakan yang berpihak.
Dia menyebut dukungan data ekonomi yang akurat menjadi kunci agar kebijakan pemberdayaan UMKM tepat sasaran dan berkelanjutan. Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.
Dalam suasana hangat Ramadan, forum tersebut menjadi ruang mempererat jejaring alumni sekaligus menegaskan komitmen MN-KAHMI untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi nasional berbasis UMKM. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika pasar domestik, kolaborasi antara pemerintah dan jejaring alumni dinilai menjadi salah satu kunci mempercepat transformasi UMKM agar naik kelas.
Abdullah Puteh menegaskan, pelibatan aktif KAHMI bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret untuk memastikan UMKM menjadi pilar utama pembangunan ekonomi bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya