Dark/Light Mode

Axis Communications Dorong Penerapan AI Untuk Keselamatan Kerja

Selasa, 16 Desember 2025 09:59 WIB
Country Manager Axis Communications Indonesia Johny Dermawan di kantor Axis Communications di NEO SOHO Mall, di Jakarta, Senin (15/12/2025). Foto: Dok Axis Communications
Country Manager Axis Communications Indonesia Johny Dermawan di kantor Axis Communications di NEO SOHO Mall, di Jakarta, Senin (15/12/2025). Foto: Dok Axis Communications

RM.id  Rakyat Merdeka - Country Manager Axis Communications Indonesia, Johny Dermawan mengungkapkan pihaknya sebagai perusahaan teknologi jaringan memiliki keunggulan produk yang dibutuhkan perusahaan di Tanah Air. Di antaranya, dapat mendorong keselamatan kerja di sektor risiko tinggi.

“Sekarang banyak pelanggan bertanya, bisa tidak kamera dipakai untuk meningkatkan keselamatan pekerja? Itu yang sedang naik,” kata Johny, di kantor Axis Communications di NEO SOHO Mall, di Jakarta, Senin (15/12/2025).

Johny mengungkap, perusahaan asal Swedia ini memiliki keunggulan dan dikenal luas sebagai pemain utama di industri kamera pengawas (surveillance).

Menurutnya, saat ini fungsi kamera berkembang dari sekadar merekam, menjadi alat bantu proses bisnis dan keselamatan kerja. Contohnya, kamera digunakan untuk mendeteksi orang di area berbahaya, memberi peringatan saat kendaraan mundur, hingga sistem peringatan dini kecelakaan kerja.

Nah, yang dilakukan Axis lebih jauh lagi, perusahaan ini menawarkan kemudahan pemantauan dalam keselamatan kerja. Johny menunjukkan sejumlah video terkait akurasi pemberian indikator keselamatan kerja.

Baca juga : KKI Dorong Penarikan Galon Usia Tua demi Keamanan Konsumen

Misalnya, ketika ada orang terjatuh di daerah yang tertangkap kamera, akan membunyikan alarm secara otomatis. Pun, ketika pekerja membuka helm keselamatan, akan terdeteksi. Menilik data angka kecelakaan kerja di Indonesia, dari Januari-April 2025, Kementerian Tenaga Kerja mencatat 47.300 kasus atau naik 12 persen.

Data ini menegaskan pentingnya keselamatan kerja, terutama di sektor berisiko tinggi seperti minyak dan gas, pertambangan, serta manufaktur. Operasi yang semakin kompleks menghadirkan risiko besar: paparan gas beracun, tekanan ekstrem, hingga potensi kebakaran.

Solusi berbasis teknologi kini menjadi kunci untuk melindungi nyawa sekaligus menjaga kelangsungan bisnis. Nah, data tersebut, kata Johny, membuat Axis Communications, sebagai pemimpin global pengawasan jaringan asal Swedia, bisa membantu perusahaan di Indonesia membangun lingkungan kerja lebih aman.

Melalui sistem video, audio, radar, dan sensor berbasis AI, Axis memungkinkan deteksi bahaya secara proaktif, mencegah kecelakaan, dan meningkatkan efisiensi operasional sambil memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan nasional maupun internasional.

“Di lingkungan berisiko tinggi, langkah keselamatan harus preventif, prediktif, dan berbasis data,” ujar Johny Dermawan, Country Manager Axis Communications Indonesia.

Baca juga : Patra Jasa Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Organik Di Anyer

Diungkapkannya, solusi AI Axis menggabungkan deteksi real-time dengan analitik prediktif. Sistem audio jaringan dapat memberikan peringatan otomatis atau instruksi evakuasi. Radar dan kamera tahan cuaca memastikan visibilitas terus terjaga, bahkan di kondisi minim cahaya atau cuaca ekstrem.

Analitik AI mendeteksi potensi bahaya dini, seperti pekerja tanpa alat pelindung diri (APD), kebocoran asap atau gas, serta panas tidak normal. Sistem ini bisa langsung memberi peringatan melalui pengeras suara atau kontrol akses.

Kamera termal menambah perlindungan dengan mendeteksi perubahan suhu halus yang bisa memicu korosi, tekanan berlebih, atau titik percikan api.

“Untuk area berisiko ledakan, Axis menyediakan kamera dan perangkat audio berpelindung ledakan. Perangkat ini mencegah sumber penyulut dan memantau zona berbahaya yang tidak bisa diakses manusia,” tambah Johny.

Perangkat tertutup dalam casing logam tahan percikan dan panas, dirancang untuk Zona 1 dan Zona 2, di mana gas atau uap mudah terbakar dapat muncul dalam kondisi normal maupun abnormal.

Baca juga : GAPASDAP Dorong Penguatan Dermaga untuk Kelancaran Merak–Bakauheni

Teknologi ini juga diterapkan di fasilitas kimia, produksi farmasi, dan penyimpanan biji-bijian, memastikan respons cepat saat insiden tak terduga terjadi.

Selaras dengan regulasi K3 Indonesia dan standar global ISO 45001:2018, Axis membantu industri memperkuat kepatuhan sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan.

“Dengan pemantauan berbasis AI dan analitik prediktif, Axis menjadikan keselamatan kerja sebagai keunggulan strategis. Deteksi dini, respons real-time, dan manajemen keselamatan berkelanjutan membantu melindungi pekerja, mengoptimalkan kinerja, dan membangun masa depan industri lebih aman,” pungkas Johny.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.