RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu dan Hari Raya Idul Fitri bagi Umat Islam. Dalam pernyataannya, Gibran berbicara mengenai hidup harmoni dalam keberagaman.
Giran menyatakan, tahun 2026 amat spesial bagi bangsa Indonesia. Di 2026, Tahun Baru Imlek bersamaan dengan pelaksanaan Puasa Ramadan. Kemudian, Hari Raya Nyepi berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Semuanya berjalan damai, yang menjadi bukti nyata harmoni di Indonesia.
"Momentum tersebut menegaskan keberagaman Indonesia bukanlah suatu hal yang dipertentangkan. Namun justru kekuatan bangsa yang mampu hidup berdampingan dalam harmoni yang indah," ujar Gibran, dalam pernyataan yang diunggah di kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia (@setwapres), Minggu (15/3/2026).
Putra sulung Presiden ke-7 RI Jokowi ini menyebut, harmoni ini adalah jati diri bangsa Indonesia. Meski beragam dalam keyakinan, suku, dan tradisi, namun tetap bersatu dalam ikatan persaudaraan.
"Ini adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Indonesia. Sebagai anak bangsa kita wajib mensyukuri dan merawat kebinnekaan kita," pesannya.
Gibran menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938 kepada umat Hindu. Dia mendoakan agar keheningan Nyepi membawa kedamaian, kebijaksanaan, serta semangat baru dalam membangun Indonesia.
Baca juga : Hadapi Krisis BBM Akibat Perang, Ada Kemungkinan WFH & Pengurangan Hari Kerja
Ia lalu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada umat Islam di seluruh Indonesia. Ia berharap, Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya bagi bangsa Indonesia.
"Saya berharap perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini jadi momen penting mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan," ucap Gibran.
Tak lupa, Gibran juga mengapresiasi berbagai pihak yang tetap bertugas melayani masyarakat di saat libur Lebaran. Gibran berterima kasih kepada aparat keamanan, aparatur negara, hingga media yang terus bekerja dengan penuh dedikasi. Dedikasi sangat penting untuk memastikan masyarakat beraktivitas, termasuk perjalanan mudik, dengan aman dan nyaman.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI, Polri, ASN, dan teman-teman media, seluruh pihak yang tetap bertugas dengan penuh dedikasi sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia," ucap Gibran.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama memperkuat pesan damai, persaudaraan, dan kerukunan, mengingat sejumlah hari besar keagamaan berlangsung berdekatan, bahkan bersamaan pada tahun ini seperti Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah. Menurut Menag, momentum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan harmoni.
"Ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya," ujar Menag, di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca juga : Tambah Kapal Perang-25 Ribu Pasukan, Trump Akan Makin Brutal Serang Iran
Kata Menag, setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal yang mendorong kehidupan sosial yang lebih baik. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan, Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M, dan Masjid Ramah Pemudik. Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat di Bali untuk mengatur pelaksanaan takbiran agar tetap menghormati perayaan Nyepi. Salah staunya, pembatasan takbiran berlaku pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA dengan tidak menggunakan pengeras suara.
"Takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi. Nyepinya berjalan, takbirnya juga berjalan, tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya dari jam 18.00 sampai jam 21.00 (WITA)," ucapnya.
Senada, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Bali selama rangkaian perayaan Nyepi dan Idul Fitri. Koster memastikan, pihaknya bersama pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika malam takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
"Sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah untuk 1 Syawal. Namun, sekiranya umat Muslim merayakan Idul Fitri tanggal 20 Maret, maka malam takbirannya bisa terjadi pada 19 Maret yang bertepatan dengan Nyepi," kata Koster.
Koster telah mengumpulkan seluruh majelis umat beragama untuk merumuskan seruan bersama.
Baca juga : Pejabat Boleh Open House Lebaran, Syaratnya Jangan Bermewah-mewah
Mengacu pada seruan bersama, takbiran bagi umat muslim pada 19 Maret, dimulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA, dan didorong melaksanakannya di rumah masing-masing.
"Kalaupun harus ke masjid atau musala, diharapkan ke lokasi terdekat dengan berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, lampu penerang berlebihan dan pawai," imbau Koster.
Koster pun telah memetakan keberadaan umat Muslim yang kemungkinan melaksanakan malam takbiran bertepatan dengan Nyepi. Koster mengimbau seluruh umat mengedepankan sikap saling menghormati agar kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah terpelihara dengan baik di Pulau Bali, tetap lestari.
"Umat Muslim dan Hindu di Bali dapat menjalankan Idul Fitri dan Nyepi dengan tertib dan disiplin. Jaga hubungan harmonis," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.