BREAKING NEWS
 

Perintah Langsung Prabowo ke Kapolri: Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 16 Maret 2026 08:42 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus mendapat perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Prabowo memerintahkan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” kata Listyo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Kapolri menjelaskan, pengusutan kasus ini akan mengedepankan scientific crime investigation, yaitu metode penyidikan berbasis ilmiah yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik untuk menemukan kebenaran secara objektif.

Metode tersebut mengutamakan bukti fisik dan analisis ahli—seperti laboratorium forensik, DNA, digital forensik, serta kedokteran forensik—dibandingkan sekadar keterangan saksi atau tersangka.

Saat ini, kata Listyo, Polri masih mengumpulkan sejumlah informasi dan mendalami berbagai petunjuk yang ditemukan di lapangan. Tim khusus juga telah diterjunkan untuk memetakan konstruksi peristiwa penyerangan terhadap korban.

Selain itu, Polri berencana membuka posko pengaduan agar masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini dapat memberikan laporan secara langsung.

Baca juga : Gibran Bicara Hidup Harmoni dalam Keberagaman

Kapolri juga menjamin keamanan warga yang berani menyampaikan informasi penting kepada penyidik. Ia memastikan identitas serta keselamatan pelapor akan dilindungi selama proses penyelidikan.

“Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan,” tegasnya.

Listyo menambahkan, jajarannya akan terus bekerja dan secara berkala menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik melalui Humas Polri sebagai bentuk transparansi. “Sampai saat ini kasus ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian. Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir mengatakan dua saksi telah diperiksa dan penyelidikan masih terus berlangsung.

“Semua sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat teridentifikasi segera,” ujarnya.

Adsense

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Hadapi Krisis BBM Akibat Perang, Ada Kemungkinan WFH & Pengurangan Hari Kerja

Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya. Luka serius dialami di beberapa bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban telah memberikan perlindungan darurat kepada korban. Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati mengatakan perlindungan yang diberikan meliputi pendampingan, pengawalan melekat, monitoring, serta bantuan medis selama korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

“Tim LPSK juga sudah turun untuk melakukan pendalaman,” ujar Sri dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Permohonan perlindungan ke LPSK diajukan oleh ayah korban pada 13 Maret 2026. Dalam permohonan tersebut, keluarga meminta sejumlah program perlindungan, antara lain pemenuhan hak prosedural, perlindungan fisik berupa pengamanan melekat, serta bantuan medis bagi korban.

“LPSK juga memberikan perlindungan fisik melalui pengamanan melekat oleh petugas pengawal,” jelasnya.

LPSK juga mendorong aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku teror penyiraman air keras tersebut. “Pengungkapan pelaku secara cepat dan tuntas penting untuk memberikan rasa keadilan bagi korban, sekaligus memastikan tak terulangnya tindakan kekerasan serupa,” tegasnya.

Baca juga : Tambah Kapal Perang-25 Ribu Pasukan, Trump Akan Makin Brutal Serang Iran

Di sisi lain, sempat beredar video dan foto di media sosial X yang disebut-sebut memperlihatkan wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie. Namun polisi memastikan gambar tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Roby Saputra mengatakan, gambar viral tersebut tidak menampilkan wajah asli pelaku. “Foto itu AI. Kami terganggu dengan editing ini karena bisa mengaburkan ciri-ciri asli pelaku,” ujarnya.

Polisi juga menemukan sejumlah kejanggalan pada gambar tersebut, seperti bentuk tangan yang tidak wajar dan objek tas yang tidak terlihat jelas di punggung pengendara. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai konten viral yang belum terverifikasi.

Sementara itu, Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa, mengatakan pemerintah prihatin atas kejadian tersebut. “Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memastikan keselamatan setiap warga negara serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka,” kata Tina dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan, Pemerintah memastikan korban mendapatkan penanganan medis dan dukungan pemulihan yang diperlukan. Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan proses penegakan hukum.

“Seluruh pihak diharapkan memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan dan bersama-sama menjaga situasi kondusif,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense