BREAKING NEWS
 

Prabowo Bicara Perang AS-Israel vs Iran

Indonesia Tidak Gabung Aliansi Militer Mana Pun

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 17 Maret 2026 08:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai posisi Indonesia di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel vs Iran. Kata Prabowo, Indonesia secara konsisten tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, Minggu (15/3/2026). Prabowo bilang, Indonesia tetap berada di jalur non-blok. "Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” tegasnya.

Prabowo memastikan, Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Tidak bergantung pada negara lain. Karena itu, membangun fondasi pertahanan nasional menjadi penting agar Indonesia mampu menjaga kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global. 

"Ketika sesuatu terjadi, kami tidak bisa bergantung pada siapa pun,” ujarnya.

Terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Amerika Serikat, Prabowo menjelaskan, tujuan utamanya adalah mendorong kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Baca juga : Minta Bantuan Kuasai Selat Hormuz, Trump Sepi Dukungan

“Jika kami berada di dalamnya, kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang. Menurut kami, Palestina bisa merdeka melalui solusi dua negara,” terangnya.

Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda. Pembahasan terkait BoP untuk sementara dihentikan seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

Mengenai eskalasi yang terjadi, Prabowo menyampaikan, Indonesia siap memainkan peran sebagai mediator konflik Amerika-Israel vs Iran. Ia menerangkan, peperangan di Timur Tengah telah menimbulkan ketidakpastian dan gejolak global yang berdampak bagi banyak negara. Damai adalah pilihan yang paling terbaik. Makanya, Indonesia mengambil bagian untuk menjembatani perdamaian Amerika-Israel vs Iran. 

Adsense

“Bangsa kami, negara kami berada dalam jalur yang sudah benar. Kami berada di jalur tidak memihak. Kami selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok,” tekannya.

Prabowo memastikan, Indonesia tetap menghormati semua negara dalam menentukan sikap mereka. Indonesia selalu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak tanpa harus memihak dalam konflik internasional.

Baca juga : Usut Penyiraman Aktivis KontraS, Polri Bentuk Tim Gabungan

"Itulah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, dan ke luar negeri kami menghormati semua bangsa,” tegas mantan Menteri Pertahanan itu. 

Penegasan Presiden Prabowo ini mendapat apresiasi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Bramantyo Suwondo. Ia menilai, penegasan itu merupakan langkah tepat. Sikap itu sejalan dengan garis kebijakan politik luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Bram menyatakan, Indonesia tidak seharusnya terjebak dalam polarisasi kepentingan blok kekuatan tertentu di tengah situasi geopolitik global yang semakin kompleks. Politik luar negeri bebas aktif memberi ruang bagi Indonesia untuk menjaga kredibilitas diplomasi dengan negara mana pun.

“Merujuk pada amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka posisi tersebut berada dalam koridor yang tepat,” ujar politisi Partai Demokrat itu. 

Sementara, pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana mendorong Indonesia untuk lebih berperan meskipun menganut sebagai negara bebas aktif. "Harusnya kita dalam posisi tidak bisa membenarkan serangan tersebut karena melanggar Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB," ucapnya. 

Baca juga : MK Hapus Pensiun Seumur Hidup Bagi Anggota DPR

Terkait kemungkinan Indonesia berperan sebagai mediator dalam konflik Amerika-Israel vs Iran, Hikmahanto menilai, langkah tersebut belum tentu efektif dalam situasi saat ini. Menurutnya, mediasi hanya dapat berjalan apabila terdapat penunjukan atau persetujuan dari pihak-pihak yang terlibat konflik.

"Kalau perang berkepanjangan baru mediator dibutuhkan. Mediator sebenarnya dimanfaatkan untuk menyelamatkan muka karena tidak mau dikatakan kalah perang,” pungkas Hikmahanto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense