Sebelumnya
Polri Bentuk Tim Gabungan
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberi perintah langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membongkar kasus teror terhadap Andrie Yunus. Presiden meminta Kapolri mengusut tuntas penyiraman air keras kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang tengah jadi perhatian publik ini.
"Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Listyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Polri juga membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku dan mengungkap motif di balik aksi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Iman Imanuddin memastikan jajarannya akan mengusut tuntas kasus ini. Dia berharap tim dapat bergerak cepat menangkap pelaku.
Baca juga : Macet Horor Di Gilimanuk, Antrean Mengular, Puluhan Pingsan
“Kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terjadi, terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, kemudian penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya dan dari Bareskrim Polri,” kata Kombes Pol Iman Imanuddin di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan metode penyelidikan berbasis ilmiah atau scientific crime investigation. Lebih lanjut, dia mengatakan, polisi saat ini masih memburu pelaku yang diduga telah membuntuti korban sebelum melancarkan aksinya.
Iman menjelaskan terdapat empat terduga pelaku dengan peran berbeda. Setelah kejadian, mereka yang menggunakan sepeda motor berpencar ke sejumlah arah.
“Pasca kejadian tim kami melakukan penelusuran kepada terduga pelaku yang melakukan pelarian ke arah berbeda,” ujar Iman.
Baca juga : Kemenhub Terus Optimalkan Upaya Penguraian Kepadatan Di Pelabuhan Gilimanuk
Ia menyebut dua sepeda motor digunakan para pelaku, masing-masing berboncengan. Salah satu kendaraan bahkan nekat melawan arus dari Jalan Salemba menuju Senen. Lokasi penyiraman sendiri berada di Jalan Salemba I.
“Kemudian dari Senen menuju Jalan Kramat Raya, Kramat Raya menuju Tugu Tani, selanjutnya bergerak ke arah Stasiun Gondangdia dan menuju wilayah Jakarta Selatan,” tutur Iman.
Sementara motor lainnya bergerak ke arah berbeda tanpa berputar arah. Kendaraan tersebut melaju menuju Jalan Pramuka Sari II lalu ke kawasan Matraman. “Termonitor menuju Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur,” imbuhnya.
Di sisi lain, Iman menegaskan foto wajah terduga pelaku penyiram air keras yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa artificial intelligence (AI). “Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoax, karena itu hasil rekayasa AI,” ujarnya.
Baca juga : DPR Desak Polri Tangkap Dalang Teror Air Keras Ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Menurut Iman, beredarnya video dan foto wajah terduga pelaku justru menunjukkan kepanikan dari pihak pelaku yang berusaha mengaburkan proses penyelidikan.
Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran informasi di media sosial. “Kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi untuk mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh,” jelas dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.