Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Yulius Setiarto Minta Teror ke Aktivis KontraS Diusut Tuntas
Sabtu, 14 Maret 2026 15:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Ia menilai, peristiwa tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang perlu diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada Sabtu (14/3/2026), Yulius menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis pro-demokrasi tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengancam iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus diketahui terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Baca juga : Yusril-Pigai Minta Polisi Usut Kasus Penyiraman Air Keras Ke Aktivis KontraS
Saat itu, korban baru saja menyelesaikan kegiatan perekaman podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Menurut Yulius, penyerangan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut mengakibatkan luka bakar serius pada sekitar 24 persen bagian tubuh korban.
Ia menilai, tindakan penyiraman cairan kimia berbahaya tersebut tidak dapat dipandang sebagai tindak penganiayaan biasa.
“Peristiwa ini merupakan bentuk kekerasan yang sangat serius dan patut menjadi perhatian bersama. Penanganan yang cepat, transparan, dan menyeluruh sangat penting untuk memastikan keadilan bagi korban,” ujarnya.
Baca juga : Pemerintah Kecam Kekerasan Terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Yulius juga menyoroti rekam jejak Andrie Yunus sebagai aktivis yang aktif menyuarakan isu-isu demokrasi, hak asasi manusia, serta kritik terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap aktivis semacam ini dapat berdampak pada rasa aman masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
Dalam pernyataan sikapnya, Yulius menyampaikan sejumlah poin. Pertama, mengecam segala bentuk kekerasan dan tindakan teror terhadap aktivis pro-demokrasi yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai negara hukum dan demokrasi.
Kedua, ia meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik penyerangan tersebut.
Baca juga : Revolusi Digital Singapore Airlines Di Langit Dunia
Ketiga, Yulius meminta pemerintah melalui lembaga terkait, seperti Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), untuk memberikan perlindungan serta dukungan pemulihan medis dan psikologis kepada korban dan keluarganya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, dan mahasiswa untuk terus mengawal proses penegakan hukum agar berjalan secara objektif dan transparan.
Yulius menilai, penuntasan kasus tersebut akan menjadi ujian penting bagi komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum serta melindungi hak-hak warga negara.
“Kita berharap proses hukum dapat berjalan secara terbuka dan adil, sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga dan nilai-nilai demokrasi dapat terus terlindungi,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya