BREAKING NEWS
 

Blusukan Ke Pinggir Rel, Prabowo Disambut Histeris

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 28 Maret 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto blusukan mendadak ke permukiman warga di bantaran rel kereta kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Menurutnya, kondisi ekonomi menjadi alasan utama banyak warga tetap tinggal di kawasan tersebut. Sebagian besar bekerja sebagai pemulung, buruh bongkar muat, atau pekerja bangunan dengan penghasilan tidak menentu, sehingga sulit mencari tempat tinggal yang lebih layak. 

Di kawasan itu, diperkirakan terdapat sekitar 30 hingga 40 kepala keluarga yang tinggal berdempetan di sepanjang rel. Mereka hidup dalam keterbatasan, namun tetap bertahan karena tidak memiliki alternatif lain. 

Dalam pertemuan singkat tersebut, Prabowo sempat menawarkan rencana pembangunan hunian yang lebih layak bagi warga. Tawaran itu langsung disambut positif. 

Baca juga : Bertemu Di Istana, Presiden RI Dan PM Malaysia Bahas Konflik Timur Tengah

Usai blusukan, Prabowo langsung menggelar rapat dan memberikan arahan kepada para menterinya. Dalam rapat tersebut hadir Menteri Pekerjaan Umum Dudy Hanggodo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Pemasaran Imelda Alini Pohan, serta Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, setelah blusukan di kawasan pinggir rel Senen, Presiden langsung memberikan perintah terkait pembangunan hunian bagi warga. “Presiden Prabowo memerintahkan Menteri Perumahan (Maruarar Sirait) melalui telepon karena sedang berada di Toba, Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas, dan KAI serta pejabat terkait untuk segera membangun hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” kata Teddy. 

Teddy menambahkan, pemerintah telah menyiapkan tim untuk memproses pembangunan hunian baru yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal warga saat ini. Masyarakat yang telah tinggal puluhan tahun di bantaran rel akan disediakan hunian khusus lengkap dengan fasilitas MCK agar dapat hidup lebih layak. 

Baca juga : Terang-terangan Ingin Minyak Iran, Trump Ketahuan Belangnya

“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan kondisi hunian dan atap yang terbatas. Bapak Presiden ingin agar warga tersebut segera dibuatkan tempat tinggal dan fasilitas MCK yang layak,” ujar Teddy. 

Saat ini, pemerintah juga mulai melakukan pendataan warga dan lokasi sebagai langkah awal penataan kawasan. Hunian baru direncanakan tetap berada di sekitar wilayah tersebut agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan siap mendukung langkah tersebut. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya akan melakukan inventarisasi permukiman di sekitar jalur rel sebagai bagian dari pengamanan area. 

Baca juga : Pangkas Jatah Bensin Eselon I-III, DPR Mulai Berhemat

Menurut Bobby, penataan ini juga membuka peluang pengembangan hunian di lahan milik KAI yang cukup luas, terutama di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek. 

“Penataan permukiman di sekitar jalur rel menjadi bagian penting untuk menghadirkan lingkungan yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Bobby. 

Ia menambahkan, untuk kawasan Pasar Senen, KAI akan melakukan pengecekan dan kajian lanjutan sebagai tahap awal sebelum diperluas ke titik lain di sepanjang jalur kereta api. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense