BREAKING NEWS
 

Beragam Aksi Pemda Dukung Kebijakan Hemat BBM

ASN Diminta Gowes, Naik Angkot & Becak

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Jumat, 10 April 2026 06:40 WIB
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengendarai sepeda, sementara ASN lainnya berjalan kaki saat berangkat kerja di lingkup Kantor Gubernur Sultra, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/4/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelombang kebijakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menggema di berbagai daerah. Sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) mengambil langkah tak biasa. Misalnya, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) meninggalkan kendaraan bermotor dan beralih ke moda transportasi alternatif seperti sepeda, becak, hingga angkutan umum.

Langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan respons konkret atas tekanan global terhadap energi yang kian terasa dampaknya hingga ke daerah. Dari Kota Malang, Kabupaten Blitar, Sumenep hingga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kebijakan ini mulai dijalankan dengan pendekatan yang beragam. Namun, dengan tujuan yang sama, yakni menekan konsumsi BBM. 

Pemerintah Kota Malang menjadi salah satu pelopor dengan menerapkan program “Jumat Gowes”. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menginstruksikan seluruh ASN untuk berangkat kerja menggunakan sepeda setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. 

Baca juga : Produksi & Mutu Kopi PTPN IV Tetap Terjaga

“Upaya efisiensi energi kita mulai dengan mendorong ASN berangkat kerja menggunakan sepeda,” ujar Wahyu, Kamis (9/4/2026). 

Tak hanya sepeda, ASN yang tidak memiliki kendaraan tersebut diarahkan untuk menggunakan transportasi umum seperti bus TransJatim. Kebijakan ini sekaligus diintegrasikan dengan program “Jumat Bersih” yang mewajibkan ASN melakukan kerja bakti setelah senam pagi. 

Di Kota Blitar, pendekatan yang diambil justru lebih unik. Pemerintah kota setempat mendorong ASN menggunakan becak, baik konvensional maupun listrik, sebagai sarana transportasi menuju kantor. 

Baca juga : Purbaya: Mereka Belum Tahu Jurus-jurus Saya

Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menyebut, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menghemat BBM. Tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. “Selain hemat BBM, ini juga bentuk berbagi rezeki dengan para tukang becak,” ujarnya. 

Sekitar 200 unit becak, termasuk becak listrik bantuan pemerintah, telah disiapkan untuk mendukung program tersebut. ASN juga diberi opsi lain seperti berjalan kaki atau bersepeda, terutama bagi yang tinggal dekat kantor. 

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menerapkan kebijakan “Kamis Bersepeda” dengan melarang penggunaan kendaraan bermotor satu hari dalam sepekan. Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan gerakan moral yang dimulai dari keteladanan pimpinan. 

Baca juga : Sanksi Tegas Pembuat Laporan Palsu Pakai AI

“Satu hari dalam sepekan kita tanpa kendaraan bermotor dan diganti bersepeda. Ini bukan sekadar instruksi,” tegasnya. 

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemprov Sultra menyediakan bus jemputan bagi ASN yang tinggal jauh dari kantor. Selain menghemat BBM, langkah ini juga diarahkan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara. 

Adsense

Di Kabupaten Sumenep, kebijakan bahkan lebih tegas. ASN dianjurkan menggunakan becak dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Jumat, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2026. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense