BREAKING NEWS
 

Dukung Tata Kelola Kelautan, KIOTEC Gelar Pelatihan Analisis Kebijakan untuk ASN

Writer : dinda zanjabila
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 21 Mei 2026 22:21 WIB
Penyampaian materi strategi komunikasi dan negosiasi (Foto: Dok. KIOTEC)

Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) resmi menyelenggarakan Special Topic Course bertajuk "Policy Analysis for Partnership Development in Marine Governance". Kegiatan yang berlangsung pada 19-20 Mei 2026 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kelautan melalui kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengembangan kapasitas kelautan, KIOTEC juga mendukung pelaksanaan Korea–Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA). Inisiatif ini telah resmi disahkan sebagai Decade Action (No. 13.7) di bawah United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030). Dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan dan program kolaboratif KIOTEC, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keahlian teknis dan kapasitas institusional para profesional kelautan muda (Early Career Ocean Professionals/ECOPs) di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan langkah konkret hasil kesepakatan anggota Steering Committee KIOTEC dalam merespons dinamika kebijakan kelautan saat ini. Bertempat di Pusat Pelatihan KIOTEC, Ancol, Jakarta Utara, acara ini diikuti oleh 30 peserta terpilih dari berbagai instansi terkait, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kemenko Bidang Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Bappenas.

Dirancang untuk membekali para Aparatur Sipil Negara (ASN), birokrat muda dan peneliti dengan kemampuan analisis kebijakan yang tajam. Fokus utama pelatihan ini adalah membangun kemitraan yang efektif dalam tata kelola kelautan, guna memastikan sumber daya laut Indonesia dikelola secara berkelanjutan dan berbasis data ilmiah.

Agenda dibuka Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Kelautan Kemenko Pangan, Yanti Permatasari, dan Sekretaris BPPSDMKP, Dr. Lilly Aprilya Pregiwati. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional untuk memajukan sektor kemaritiman.

Sejalan dengan Visi Presiden mengenai ekonomi biru yang berkelanjutan dan inisiasi Kampung Nelayan Merah Putih, keduanya menekankan bahwa pengelolaan kekayaan laut tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam dan teknologi, melainkan juga menuntut kesiapan sumber daya manusia yang cakap dalam analisis kebijakan serta koordinasi antar lembaga.

Dr. PARK Hansan, selaku Manajer Proyek KIOTEC dan Vice-chairperson of IOC UNESCO, yang juga menjadi narasumber dalam pelatihan, menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan profesionalnya selama ini, tantangan utama dalam kerja sama regional adalah adanya kesenjangan antara kapasitas pengetahuan dan implementasi nyata di lapangan.

“Sebagai seseorang yang terlibat dalam kerja sama maritim Korea-Indonesia selama puluhan tahun, kita memahami bahwa isu kelautan yang kompleks tidak bisa diselesaikan dengan keilmuan saja. Hal ini butuh analisis kebijakan yang kuat dan kolaborasi antar institusi. Special Topic Course ini didesain untuk merancang insight tersebut menjadi tindakan yang praktis dan berkelanjutan.” ujar Dr. PARK.

Kegiatan mini workshop untuk pemetaan stakeholder

Dihadiri oleh pemateri ahli dari KKP, IPB, Kemlu, dan YKAN, pelatihan dua hari ini memberikan materi yang padat dan bermanfaat, meliputi pemetaan stakeholder, strategi komunikasi dan negosiasi yang efektif, praktik langsung dengan pendampingan pakar, hingga presentasi singkat dari seluruh peserta.

"Terima kasih, KIOTEC, atas pelatihan ini. Materinya sangat menarik dan bermanfaat. Saya mendapatkan wawasan berharga mengenai komunikasi dan negosiasi yang pastinya akan sangat berguna bagi pekerjaan saya ke depan," ujar Andi Nuraisyah, salah satu perwakilan peserta KKP

Terselenggaranya program ini menjadi bukti nyata komitmen KIOTEC dalam melahirkan profesional muda yang adaptif. Dengan keseimbangan antara keahlian teknis dan kemampuan analisis kebijakan, para lulusan pelatihan ini diharapkan mampu membawa tata kelola laut Indonesia ke tingkat yang lebih berkelanjutan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense