Dark/Light Mode

Perkuat Kolaborasi Dengan Sesama BUMN

BNI Suntik Pegadaian Kredit Pembiayaan 10 T

Kamis, 26 Maret 2026 06:35 WIB
BNI tambah fasilitas kredit Rp 10 triliun ke Pegadaian, total pembiayaan capai Rp 25,1 triliun. (Foto: Dok. BNI)
BNI tambah fasilitas kredit Rp 10 triliun ke Pegadaian, total pembiayaan capai Rp 25,1 triliun. (Foto: Dok. BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menambah fasilitas kredit sebesar Rp 10 triliun kepada PT Pegadaian. Langkah ini diharapkan memperkuat kolaborasi bisnis.

Total pembiayaan yang telah disalurkan BNI kepada Pegadaian mencapai Rp 25,1 triliun. 

Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat mengatakan, perluasan kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi kedua perusahaan guna mendorong pengembangan ekosistem pembiayaan nasional. 

“Dengan latar belakang dan keunggulan masing-masing, kami dapat bersama-sama menghadirkan akses pembiayaan yang lebih luas serta menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujar Abu dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (25/3/2026). 

Baca juga : Reformasi WTO Harus Adil Untuk Negara Berkembang

Abu menjelaskan, kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari hubungan kemitraan yang telah lama terjalin antara BNI dan Pegadaian, dalam mendukung pertumbuhan bisnis, sekaligus memperluas layanan pembiayaan bagi masyarakat. 

Pihaknya menyoroti peran strategis Pegadaian sebagai perusahaan pergadaian milik negara, sekaligus pemimpin industri di Indonesia. 

Menurutnya, posisi tersebut menjadi fondasi kuat untuk menciptakan sinergi yang lebih optimal. 

Abu melanjutkan, sebagai perusahaan pelat merah, Pegadaian memiliki posisi yang sangat kuat dan pemimpin industri pergadaian di Indonesia. 

Baca juga : Yuk, Kita Pilah & Pendam Sampah Organik Di Tanah

“Sehingga kami optimis, kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ungkapnya. 

Melalui tambahan fasilitas kredit ini, BNI berharap kemitraan dengan Pegadaian akan terus berkembang menjadi lebih produktif dan membuka peluang kerja sama baru di masa mendatang.

Sinergi antara kedua institusi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembiayaan nasional dan mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, dengan menghadirkan akses pendanaan yang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor. 

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengapresiasi langkah kolaborasi sejumlah BUMN dalam upaya memberikan kinerja terbaiknya di tengah periode yang menantang saat ini. 

Baca juga : Italia Vs Irlandia Utara: Menang Atau Aib

“(Pembiayaan) itu diharapkan mampu memacu kinerja baik dan memberikan kontribusi pada perekonomian negara,” kata Toto kepada Rakyat Merdeka

Toto juga menekankan, di tengah konflik geopolitik global (Timur Tengah/Timteng), perusahaan BUMN cenderung menghadapi tekanan moderat namun tetap resilient (tangguh), dengan fokus pada penguatan ketahanan fiskal dan adaptasi operasional. 

“Pemerintah diharapkan mampu mendorong BUMN untuk memaksimalkan kinerja melalui improvisasi direksi dan menjaga kontribusi dividen serta pajak,” ujarnya. 

Sementara, Direktur Keuangan & Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, kinerja Pegadaian mencatatkan hasil positif pada 2025. Tambahan kredit tersebut, diharapkan mampu mendorong kinerja perusahaan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.