RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah tekanan ekonomi akibat gejolak global, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta inflasi domestik, DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak masyarakat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui penerapan prinsip muzhid mujhid.
Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara hidup sederhana dan kerja keras sebagai strategi menghadapi kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengatakan, ketahanan nasional pada masa krisis sangat bergantung pada ketahanan ekonomi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
Karena itu, LDII mendorong masyarakat untuk mengatur ulang pola konsumsi dengan berlandaskan nilai-nilai religius yang Islami.
“Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan ini, kami mengajak warga untuk kembali mempraktikkan prinsip muzhid mujhid. Muzhid berarti hidup zuhud, sederhana, bersahaja, jauh dari perilaku konsumtif, dan mampu menahan diri dari belanja yang bukan prioritas. Sementara mujhid bermakna bersungguh-sungguh dalam mencari penghasilan yang halal, giat bekerja, dan hidup produktif,” ujar Dody dalam keterangan resminya, Minggu (15/6/2026).
Menurutnya, perpaduan antara kecermatan dalam mengelola pengeluaran dan semangat bekerja keras untuk mencari sumber penghasilan tambahan menjadi benteng utama keluarga Muslim menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Baca juga : GKB-NU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Nasional
Dody juga mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam kepanikan, termasuk melakukan panic buying kebutuhan pokok.
Sebaliknya, ia mengajak umat Islam memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang terdampak lebih berat.
“Solidaritas sosial merupakan bantalan alami yang efektif untuk meredam gejolak ekonomi di masyarakat,” ingatnya.
Senada dengan itu, Ekonom Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sekaligus Sekretaris Majelis Pakar DPP LDII, Ardito Bhinadi menilai, tekanan ekonomi nasional saat ini tidak terlepas dari berbagai faktor global, mulai dari ketidakpastian pasar keuangan, fluktuasi harga energi dan pangan, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi, mendorong kenaikan harga barang kebutuhan, dan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, prinsip muzhid dan mujhid relevan diterapkan secara seimbang oleh masyarakat maupun pemerintah,” ujar Ardito.
Ia menjelaskan, bagi keluarga, muzhid berarti hidup hemat, cermat, tidak konsumtif, serta mampu memprioritaskan kebutuhan pokok.
Baca juga : Dubes Marc Gerritsen Ajak Masyarakat Giat Bersepeda
Sementara mujhid berarti tetap bekerja keras, kreatif, meningkatkan keterampilan, dan jeli melihat peluang usaha yang halal.
Menurut Ardito, prinsip yang sama juga dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan.
Muzhid dimaknai sebagai kehati-hatian fiskal melalui penggunaan anggaran yang efektif, tepat sasaran, dan bebas pemborosan.
Adapun mujhid berarti pemerintah harus bekerja lebih sungguh-sungguh memperkuat sektor produktif, menjaga stabilitas harga, memperluas lapangan kerja, mendukung UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
“Ketahanan ekonomi tidak hanya dibangun dari penghematan masyarakat, tetapi juga dari kebijakan publik yang efektif, adil, dan produktif. Masyarakat perlu bijak dalam konsumsi, sementara pemerintah perlu bijak dalam mengelola belanja negara,” jelasnya.
Ardito menegaskan bahwa makna muzhid mujhid dalam konteks saat ini adalah hidup sederhana tanpa kehilangan semangat produktif.
Baca juga : Prabowo Minta Masyarakat Tetap Tenang Hadapi Gejolak Ekonomi Global
Karena itu, seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, pelaku usaha, masyarakat, hingga pemerintah, perlu bergerak bersama dengan mengedepankan efisiensi, produktivitas, dan kepedulian sosial.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat, DPP LDII terus mengoptimalkan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui dukungan pembiayaan berbasis syariah lewat Baitul Maal wat Tamwil (BMT).
Selain itu, edukasi literasi keuangan keluarga berbasis prinsip muzhid mujhid juga terus digencarkan melalui berbagai majelis taklim LDII di seluruh Indonesia agar masyarakat tetap tangguh menghadapi dinamika ekonomi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.