BREAKING NEWS
 

Muhammadiyah Kenalkan Jurnalisme Filantropi, Media sebagai Solusi Masalah Sosial

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 28 Juni 2026 16:09 WIB
Pelatihan Jurnalisme Filantropi MPI Muhammadiyah. (Foto: Dok. MPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memperkenalkan konsep Jurnalisme Filantropi sebagai paradigma baru dunia jurnalistik melalui Akademi Jurnalistik Muhammadiyah, Pondok Pesantren At Tajdid, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (27–28/6/2026).

Konsep Jurnalisme Filantropi menempatkan media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian dan bagian dari solusi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Acara dibuka oleh Dewan Pakar MPI PP Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Wahyu Srigutomo. Ia menegaskan, tantangan jurnalisme di era digital tidak lagi sekadar menghasilkan berita yang viral atau banyak dibaca.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat setiap orang dapat menjadi penyebar informasi. Namun, derasnya arus informasi juga menyebabkan masyarakat dibanjiri konten yang belum tentu memberikan manfaat.

Baca juga : Misbakhun: DPR Kawal Mitigasi Kenaikan Pertamax terhadap Daya Beli Masyarakat

"Jurnalisme hari ini tidak cukup hanya mengejar viralitas. Yang lebih penting adalah bagaimana karya jurnalistik memiliki nilai ibadah, menghadirkan kemaslahatan, dan mampu menggerakkan masyarakat untuk berbuat kebaikan," ujarnya.

Prof. Wahyu mengatakan, sebuah karya jurnalistik tidak hanya diukur dari jumlah pembaca, melainkan dari dampak yang dihasilkannya. Ia mencontohkan, satu tulisan yang menginspirasi dapat menghadirkan ribuan donatur, satu video yang jujur mampu menggerakkan ribuan relawan, dan satu informasi yang akurat bahkan dapat menyelamatkan banyak nyawa.

"Karena itu, setiap unggahan, setiap narasi, dan setiap keputusan editorial memiliki konsekuensi moral sekaligus bernilai ibadah," katanya.

Adsense

Di acara yang sama, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menjelaskan bahwa Jurnalisme Filantropi merupakan gagasan baru yang mulai dikembangkan Muhammadiyah pada tahun ini.

Baca juga : Zulhas Minta Kader PAN Jadi Solusi Masalah Sampah

Menurutnya, konsep tersebut berangkat dari semangat pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang sejak awal menjadikan media sebagai sarana dakwah dan pencerahan, bukan sebagai alat propaganda, perlawanan, ataupun semata-mata mengejar keuntungan bisnis.

Roni mengingatkan, ketika KH Ahmad Dahlan mendirikan media Muhammadiyah pada 1915, tingkat literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Namun, media tetap dipilih sebagai instrumen untuk mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat.

"Media Muhammadiyah sejak awal lahir untuk memberikan pencerahan. Spirit itulah yang ingin kami hidupkan kembali melalui Jurnalisme Filantropi," ujarnya.

Di tengah tantangan industri media saat ini, lanjut Roni, banyak perusahaan pers yang mengalami tekanan berat. Ia menyebut lebih dari 200 media tutup dalam dua tahun terakhir akibat perubahan ekosistem digital dan model bisnis media.

Baca juga : Pimpinan Baru BGN Resmi Dilantik, Said Iqbal Masuk Istana

Karena itu, Muhammadiyah ingin menghadirkan paradigma baru, yakni media yang tidak berhenti pada aktivitas pemberitaan, tetapi juga berkontribusi menyelesaikan persoalan sosial melalui kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan.

Menurut Roni, media-media afiliasi Muhammadiyah perlu membangun sinergi yang lebih erat dengan Lazismu dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya agar informasi yang dipublikasikan dapat menggerakkan kepedulian masyarakat.

"Persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Media harus mampu berkolaborasi dengan gerakan filantropi sehingga berita tidak berhenti menjadi informasi, tetapi juga melahirkan aksi nyata," katanya.

Melalui Akademi Jurnalistik Muhammadiyah, MPI PP Muhammadiyah berharap konsep Jurnalisme Filantropi dapat menjadi identitas baru media Muhammadiyah sekaligus menginspirasi lahirnya karya-karya jurnalistik yang memberi dampak nyata, memperkuat gerakan kemanusiaan, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan sosial di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense