Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mengupas Keunggulan BBG Sebagai Solusi Energi Masa Depan
Rabu, 15 April 2026 14:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) terus mengoptimalkan layanan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraan. Secara teknis, BBG dinilai sebagai energi alternatif yang mampu menjadi standar baru karena mendukung performa mesin lebih optimal sekaligus ramah lingkungan.
BBG memiliki sejumlah keunggulan yang menarik di sektor otomotif. Salah satunya adalah nilai oktan (Research Octane Number/RON) yang tinggi, yakni di kisaran 120–130. Hal ini memungkinkan mesin bekerja dengan rasio kompresi lebih tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi termal secara optimal.
Sebagai bahan bakar berbasis metana (CHâ‚„), BBG menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan emisi karbon lebih rendah, sekitar 20 persen dibandingkan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, BBG tidak meninggalkan residu pada komponen mesin, sehingga dapat memperpanjang umur mesin dan menekan biaya perawatan.
Kendaraan berbasis BBG menggunakan tangki khusus berkapasitas hingga 15 liter gas per tangki, yang telah dirancang dengan standar keamanan tinggi. Jika terjadi kebocoran, gas akan langsung naik dan terurai di udara, sehingga meminimalkan risiko ledakan.
Baca juga : Politik Energi dan Masa Depan Hulu Migas
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek keamanan. Pemasangan converter kit maupun tangki BBG telah memenuhi standar keselamatan internasional dan dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten,” ujar Direktur Operasi dan Komersial Gagas, Maisalina, Rabu (15/4/2026).
Dari sisi konsumsi, rata-rata penggunaan BBG untuk kendaraan pribadi mencapai 10 liter setara pertalite (LSP) per hari, taksi sekitar 20 LSP per hari, serta bajaj dan angkot sekitar 15–20 LSP per hari. Sementara itu, kendaraan besar seperti truk atau bus mengonsumsi sekitar 125–165 LSP per hari. Dengan 1 LSP, kendaraan dapat menempuh jarak hingga 10 kilometer.
Harga BBG juga relatif stabil, yakni sekitar Rp4.500 per LSP, karena bersumber dari gas domestik. Dengan berbagai keunggulan tersebut, Gagas berharap minat masyarakat terhadap BBG terus meningkat.
“Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, kami terus memperkuat kapabilitas agar layanan BBG semakin masif dan optimal sebagai solusi bahan bakar andal bagi masyarakat di berbagai wilayah,” tambah Maisalina.
Baca juga : Tangguh Hadapi Tekanan Harga Energi, RI Dipuji Bank Dunia
BBG dapat diterapkan pada kendaraan berbahan bakar khusus (dedicated BBG) maupun sistem dual fuel, yaitu penggunaan BBG dan BBM secara bergantian melalui pemasangan converter kit. Sistem ini juga memungkinkan jarak tempuh kendaraan menjadi lebih panjang.
Saat ini, BBG telah digunakan oleh berbagai jenis kendaraan, seperti taksi konvensional, taksi online, bajaj, kendaraan pribadi, angkutan kota (angkot), hingga TransJakarta.
Gagas juga menjalin kemitraan dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas) untuk memperkuat ekosistem BBG di Indonesia. Kolaborasi ini mencakup penyediaan infrastruktur hingga edukasi penggunaan BBG, termasuk peluncuran layanan bengkel keliling BBG.
Ketua Komogas, Andy Lala menyebut, penggunaan BBG menjadi pilihan karena harga BBM yang terus meningkat, pembakaran yang lebih bersih, serta keterbatasan anggaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Baca juga : Menko Airlangga Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Desember
“Keberadaan bengkel keliling BBG sangat membantu dalam perawatan dan perbaikan kendaraan, sekaligus mengurangi kesulitan mencari bengkel khusus,” ujarnya.
Menurut Andy, layanan ini diharapkan menjadi tulang punggung ekosistem BBG sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari BBM ke BBG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya