BREAKING NEWS
 

Presiden Ikuti Kasus Kematian 5 Peserta Latsarmil, Pemerintah Janji Evaluasi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 29 Juni 2026 17:25 WIB
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: UMM/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto disebut terus mengikuti perkembangan kasus meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pemerintah memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi tanpa menghentikan pelaksanaan program pelatihan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan Presiden telah mengetahui peristiwa tersebut dan memantau perkembangannya.

"Presiden mengikuti," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca juga : Siap Kawal Program Pemerintah, Parpol Koalisi Dukung MBG & Kopdes Dievaluasi

Menurut Juri, pemerintah telah menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait insiden tersebut. Seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pelatihan ke depan lebih baik dan tidak lagi menimbulkan korban jiwa.

"Ada evaluasi, perbaikan untuk memitigasi supaya tidak terjadi korban," ujarnya.

Adsense

Juri menjelaskan, Kementerian Pertahanan juga telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta. Selain itu, Kemhan tengah menyiapkan langkah-langkah perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi calon manajer KDMP dan KNMP.

Baca juga : Harga Gas Industri Naik, KSPSI Minta Pemerintah Antisipasi Dampaknya

Meski dilakukan evaluasi, pemerintah memastikan pelatihan tetap dilanjutkan karena para peserta dibutuhkan untuk segera menjalankan tugas mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Proses pelatihan tetap jalan terus. Namun, masukan dari berbagai pihak tentu diperhatikan," tegas Juri.

Ia mengatakan, evaluasi akan difokuskan pada upaya mitigasi risiko agar kejadian serupa tidak terulang. Namun, pemerintah belum merinci perubahan teknis yang akan diterapkan, baik pada materi maupun metode pelatihan.

Baca juga : Argentina Vs Aljazair, Ujian Pertama Bagi Petahana

"Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan. Intinya memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi, yaitu meninggalnya lima orang. Insya Allah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban," katanya.

Juri menambahkan, pelatihan bagi calon manajer KDMP dan KNMP tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan manajerial, tetapi juga penguatan mental, ideologi, serta wawasan kebangsaan.

"Semuanya tetap berjalan tetapi diperbaiki, dievaluasi supaya lebih baik," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense