BREAKING NEWS
 

Kemhan Hentikan Latihan Militer Pengelola Kopdes, Diganti Dengan Bela Negara

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Rabu, 1 Juli 2026 07:50 WIB
Sejumlah siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti program Latihan Bela Negara dan Manajerial calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pusdikkes Puskesad Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz)

 Sebelumnya 
Ketua DPR Puan Maharani mendukung keputusan Kemenhan mengubah format pelatihan. Menurutnya, langkah evaluasi tersebut sudah tepat dan harus menyentuh seluruh aspek penyelenggaraan program. 

“Memang rangkaian kegiatan itu sebaiknya lebih fokus pada pembekalan manajerial agar kelak mampu menjalankan tugas sesuai yang diharapkan,” ujar Puan di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (30/6/2026). 

Puan memastikan DPR akan mencermati hasil evaluasi pemerintah. “Evaluasinya harus menyeluruh. Nanti kami akan melihat hasilnya dan menindaklanjutinya,” katanya. 

Baca juga : Nadiem Korupsi Terencana, Terstruktur Dan Sistematis

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai, evaluasi harus dilakukan untuk memastikan standar keselamatan peserta benar-benar terpenuhi. Menurutnya, pembenahan perlu dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga sistem pengawasan. 

“Setiap program pemerintah harus berjalan secara profesional, memiliki standar keselamatan yang kuat, mitigasi risiko yang baik, serta pengawasan yang optimal. Semua itu harus dimulai dari pendataan kondisi kesehatan peserta sebelum mengikuti kegiatan,” ujarnya. 

Selain itu, Sugiat meminta negara memberikan pendampingan kepada keluarga korban, sekaligus mengusut penyebab meninggalnya para peserta secara terbuka, transparan, dan akuntabel. 

Baca juga : Sidang Sudewo Ricuh, KPK Ajak Publik Jaga Kondusivitas

Namun, dia berharap agar insiden tersebut tidak mengaburkan tujuan strategis pembentukan Kopdes Merah Putih dan KNMP sebagai program unggulan Presiden. Mengingat kedua program tersebut bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. 

“Justru kita harus memastikan seluruh rangkaian program dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan tata kelola yang semakin baik,” tegas Sugiat. 

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB Oleh Soleh juga menyambut baik perubahan model pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan kemiliteran memang kurang relevan bagi calon pengelola koperasi. 

Baca juga : Bambang Rukminto: Hasil Survei Harus Dibaca Dengan Indikator Lainnya

Ia menilai pendidikan bela negara tetap penting sebagai sarana membentuk karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Namun, materi yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta sebagai calon manajer koperasi. 

“Selain membangun karakter dan rasa cinta tanah air, program tersebut juga tidak memberatkan calon manajer Kopdes sehingga mereka dapat lebih fokus mempersiapkan diri menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya. 

Meski demikian, Oleh mengingatkan agar perubahan yang dilakukan Kemenhan tidak berhenti pada pergantian nama program semata. Menurutnya, substansi materi, metode pembelajaran, hingga sistem pelatihan juga harus dibenahi secara menyeluruh. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense