RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung percepatan program swasembada pangan dan energi yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
“Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” tegas Sigit.
Kapolri kemudian membeberkan berbagai inisiatif yang dilakukan Korps Bhayangkara dalam mendukung program tersebut.
Baca juga : Kapolri Sebut Ribuan Dapur MBG Polri Zero Accident
Mulai dari pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga menjalin kerja sama dengan bank-bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.
“Bersama Kementan RI, stakeholder terkait, dan 30.548 poktan (kelompok tani), kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare,” ungkap Sigit.
Ia mengungkapkan, sejak 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung.
Selain itu, Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
Baca juga : Gus Falah Apresiasi Polri di HUT ke- 80 Bhayangkara, Makin Dekat dengan Rakyat
“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektare,” jelas Sigit.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Polri menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik presisi berbahan enceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, serta pengembangan pupuk presisi berbasis batu bara yang mampu meningkatkan pH tanah sekaligus memulihkan unsur hara.
Selain itu, Polri juga telah membangun 29 gudang ketahanan pangan guna memperkuat distribusi dan penyimpanan hasil pertanian.
“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan,” tutur Sigit.
Baca juga : Kawal PSN, Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Ketahanan Energi Nasional
Selain itu, Polri terus mengembangkan sumber pangan dan rantai pasok pangan mandiri melalui pembangunan greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pasok.
“Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal,” pungkas Sigit.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.