RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) mengajak seluruh elemen organisasi menjaga kondusivitas dan mengedepankan persatuan.
Organisasi tersebut juga memandang perlu hadirnya figur alternatif dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di tengah dinamika yang berkembang.
Ketua IKA PMII UI, Alfanny mengatakan, pihaknya mencermati dinamika menjelang Muktamar NU, termasuk perbedaan pandangan terkait sejumlah agenda persiapan, seperti penentuan lokasi pelaksanaan muktamar.
Menurutnya, dinamika tersebut sebaiknya dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah agar tidak memengaruhi citra organisasi di mata masyarakat.
Baca juga : APJIPMI Dorong Penerapan Paradigma Baru Penanganan Malaria
"Publik dan masyarakat awam sulit memahami bagaimana faksi-faksi di NU sulit menyepakati hal-hal yang tidak mendasar seperti lokasi tempat muktamar. Ini merugikan citra NU di mata publik," ujar Alfanny dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Ia menilai, situasi tersebut membuka ruang bagi munculnya figur alternatif yang dapat diterima berbagai kalangan di lingkungan NU.
"Polarisasi yang berlarut-larut dan belum ada titik temunya hingga saat ini mendorong IKA PMII UI mendorong lahirnya figur baru yang tidak terkait konflik saat ini," katanya.
Salah satu nama yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU adalah Hery Haryanto Azumi atau yang akrab disapa Gus Hery.
Baca juga : HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit Perkuat Pangan Nasional
Menurut Alfanny, Gus Hery memiliki pengalaman organisasi yang memadai, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PMII, serta memiliki jejaring yang luas.
"Gus Hery adalah salah satu figur muda NU yang layak memimpin PBNU. Selain pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PB PMII, Gus Hery memiliki networking yang luas dan punya visi jelas tentang masa depan NU di tengah konstelasi kebangsaan dan geopolitik global," ujarnya.
Lebih lanjut, Alfanny berharap kepemimpinan PBNU ke depan tetap memberikan perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu agenda strategis organisasi.
Ia mengingatkan bahwa IKA PMII UI pernah menggagas Visi 1 Abad NU pada 2013 yang melahirkan konsep Trilogi Pembangunan Manusia NU, yakni penguatan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
Baca juga : Program MBG Dorong Budidaya Lele Di Blora, Perkuat Rantai Pasok Lokal
"Alumni PMII UI telah menggagas Visi 1 Abad NU pada 2013 yang menelurkan Trilogi Pembangunan Manusia NU, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan," tuturnya.
Menurut Alfanny, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU diharapkan memiliki komitmen untuk melanjutkan penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama.
"Kami harap Gus Hery atau siapa pun Ketua Umum PBNU mendatang juga memiliki visi yang sejalan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di lingkungan NU," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.