Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
UB Dorong Danantara Jadi Penggerak Inovasi Dan Industrialisasi
Minggu, 14 Desember 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran Danantara sebagai lembaga pengelola investasi nasional diharapkan mampu mengorkestrasi terbentuknya ekosistem industri baru di Indonesia. Penguatan industri dinilai akan berdampak langsung pada perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo saat ditemui di sela kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
“Kami ingin Danantara menjadi salah satu pendorong munculnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan untuk industrialisasi kuat, perguruan tinggi akan memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi,” kata Widodo.
Menurut dia, ekosistem industri yang maju dan berkelanjutan juga akan mendorong perguruan tinggi menyesuaikan desain kurikulum pembelajaran serta menyiapkan sumber daya manusia yang selaras dengan kebutuhan industri.
Baca juga : BNI Dorong Digitalisasi Dan Transparansi Rantai Pasok FMCG
Widodo menilai selama ini perguruan tinggi di Indonesia memiliki banyak peneliti, pakar, serta inovasi, namun masih menghadapi kendala dalam proses hilirisasi karena ekosistem industri pendukung belum berjalan optimal.
“Kami mendidik sarjana dengan kualitas yang sangat baik, tetapi ketika lulus tidak selalu mudah mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya. Salah satu penyebabnya karena ekosistem industri belum berkembang. Jika industrinya tumbuh, ekosistemnya akan ikut berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Danantara diharapkan mampu menjadi pemecah mata rantai persoalan tersebut sekaligus mendorong kemandirian industri nasional. “Maka Danantara harus menjadi pemecah mata rantai yang selama ini membuat kita belum mandiri di sektor industri,” katanya.
Kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk membahas isu-isu strategis, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global.
Baca juga : Menko Airlangga: Hilirisasi Dan Industrialisasi Kunci Indonesia Naik Kelas
Widodo berharap forum yang menjadi rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya ini mampu menghasilkan pandangan yang komprehensif serta melahirkan rekomendasi kebijakan (policy brief) untuk mereformasi cara pemerintah dan dunia usaha merespons tantangan global.
Selama sesi diskusi, para panelis juga mengulas isu ketahanan ekonomi, transformasi energi nasional, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif.
Mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, forum ini turut menghadirkan berbagai solusi alternatif dan mendorong sinergi lintas sektor, baik publik maupun bisnis, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Diskusi berlangsung intens namun tetap komunikatif, memberikan gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi pada 2026. Melalui forum tersebut, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.
Baca juga : Gelar Munas, PPEI Bahas Inovasi Dan Aturan Industri Vape
Peringatan Dies Natalis ke-63 UB juga menjadi momentum refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, serta dialog kebijakan yang konstruktif, sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya