RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menilai, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, berbagai perbaikan telah terlihat, terutama pada tahapan pelayanan di dalam negeri, meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan, khususnya layanan di Arab Saudi.
Penilaian tersebut disampaikan Marwan setelah Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyelesaikan rangkaian pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Dia mengatakan Komisi VIII DPR RI kini menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai bahan pembahasan bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji pada musim berikutnya.
"Evaluasi Komisi VIII terhadap penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Yang paling baik adalah pelayanan di dalam negeri. Mulai dari penetapan jemaah berangkat, proses visa, istithaah (kemampuan) kesehatan, hingga distribusi kartu Nusuk berjalan dengan baik. Ini menunjukkan Menteri Haji dan Wakil Menteri Haji telah bekerja secara optimal dalam mempersiapkan pelayanan kepada jemaah," ujarnya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga : Jokowi Siap Hadiri Sidang & Tunjukkan Ijazahnya
Marwan menjelaskan, meskipun banyak kemajuan telah dicapai, masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian bersama, terutama berkaitan dengan pelayanan di Tanah Suci. Karena itu, Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah akan memetakan setiap persoalan untuk merumuskan solusi yang lebih efektif. Dia juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pemeriksaan istithaah kesehatan.
Menurutnya, proses tersebut idealnya dilakukan jauh sebelum keberangkatan agar calon jemaah memiliki kesempatan memperbaiki kondisi kesehatannya.
"Ke depan, penetapan istithaah kesehatan sebaiknya dilakukan satu tahun menjelang keberangkatan. Dengan demikian, jemaah memiliki waktu untuk menjaga dan memperbaiki kondisi kesehatannya sehingga tidak merasa diabaikan atau dizalimi apabila akhirnya tidak memenuhi syarat kesehatan saat mendekati keberangkatan. Jika pada akhirnya tetap tidak dapat berangkat karena kondisi kesehatan, itu merupakan ketentuan yang harus diterima," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Baca juga : Singgih: Evaluasi Haji 2026 Jadi Momentum Penyempurnaan Pelayanan
Terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Marwan mengingatkan, tantangan pada musim haji mendatang diperkirakan semakin besar. Sejumlah komponen biaya, terutama transportasi dan layanan pendukung lainnya, berpotensi mengalami kenaikan sehingga memerlukan kajian yang matang.
"Kemungkinan biaya haji akan meningkat. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab bersama kepada masyarakat Indonesia. Komisi VIII bersama Kementerian Haji akan mengkaji seluruh komponen biaya. Jika masih memungkinkan untuk dipertahankan, tentu akan kami upayakan. Namun ada beberapa komponen, seperti penerbangan, yang memiliki ketentuan dan dinamika tersendiri sehingga tidak sepenuhnya dapat dikendalikan," jelas alumni IAIN Sumatera Utara dan Universitas Krisnadwipayana ini.
Selain persoalan biaya, Marwan menyoroti tantangan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), terutama di Mina yang memiliki keterbatasan kapasitas. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan berbagai skema penanganan agar pelayanan kepada jemaah tetap optimal.
Baca juga : PGE Raih ESG Leadership Award 2026, Kukuhkan Kepemimpinan Panas Bumi
"Area Mina tidak pernah bertambah, sementara kebutuhan kita terus meningkat. Karena itu diperlukan berbagai skema, termasuk tanazul, sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Semua ini akan menjadi bagian dari evaluasi bersama agar kita mengetahui titik-titik mana yang harus diperbaiki," ujarnya.
Mengakhiri keterangannya, Marwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang telah bekerja selama musim haji pertama di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah. Dia menilai, berbagai capaian yang diraih layak diapresiasi, mengingat proses transisi kelembagaan dan penyempurnaan regulasi masih terus berlangsung.
"Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah berjuang. Ini adalah penyelenggaraan haji pertama di bawah Kemenhaj, sementara proses penataan kelembagaan dan regulasi masih berlangsung. SDM juga masih terus diperkuat sambil menata berbagai prosedur. Karena itu, berbagai capaian yang diraih patut diapresiasi. Mudah-mudahan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia semakin menjadi kebanggaan kita bersama," pungkasnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.