Dark/Light Mode

Gerindra Yakin, Haji 2026 Berjalan Aman dan Nyaman

Minggu, 17 Mei 2026 20:11 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Kawendra Lukistian (Foto: Dok. Gerindra)
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Kawendra Lukistian (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji. Mulai dari proses keberangkatan, pendampingan, hingga pelayanan selama berada di Tanah Suci.

Menurut Kawendra, perhatian Pemerintah terhadap pelayanan ibadah masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah haji.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, negara harus hadir memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujar Kawendra, dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Anggota Komisi VI DPR optimistis terhadap tata kelola penyelenggaraan haji yang dilakukan Pemerintah. Keyakinan itu dirasakannya saat mendampingi Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak melepas keberangkatan jemaah haji asal Jember, Jawa Timur, melalui Bandara Juanda Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kawendra melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Tercatat, sebanyak 2.960 jemaah asal Jember diberangkatkan ke Tanah Suci, menjadikan daerah itu sebagai salah satu penyumbang jemaah haji terbesar di Indonesia.

Baca juga : China Beli Minyak & 200 Boeing, Trump Klaim Menang Banyak

“Alhamdulillah, berkat perhatian Presiden Prabowo terhadap pelayanan umat. Tahun ini jemaah haji asal Jember menjadi salah satu yang terbanyak di Indonesia. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal,” katanya.

Sementara, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya tengah menyiapkan langkah perbaikan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji nasional. Salah satu fokus utama yang dibenahi adalah persoalan antrean haji yang saat ini mencapai jutaan orang.

“Saya ingin melakukan perbaikan radikal haji Indonesia,” ujar Dahnil, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Dahnil, Kementerian Haji dan Umrah memiliki tiga fokus pembenahan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.

Pada tahap jangka pendek, Pemerintah fokus menata ulang tata kelola pelayanan haji agar lebih tertib dan bebas dari praktik korupsi, manipulasi, maupun rente.

Baca juga : Persija Bungkam Persik, Souza Puji Peran Pemain Pengganti

Selain itu, Pemerintah juga memangkas berbagai mark up dalam penyelenggaraan haji, termasuk pada sektor konsumsi dan pemondokan. Langkah tersebut dinilai berdampak pada penurunan biaya haji.

“Kami pangkas mark up yang tidak seharusnya, misalnya di konsumsi, pemondokan, dan lainnya, sehingga penurunan ongkos haji signifikan bisa dilakukan. Total selama dua tahun ini turun Rp 6 juta,” jelas Dahnil.

Untuk jangka menengah, Dahnil mengatakan pihaknya mulai membenahi sistem antrean haji agar lebih adil di seluruh wilayah Indonesia.

“Antrean berkeadilan, tidak lagi ada antrean 49 tahun. Semuanya sama 26 tahun di seluruh Indonesia, berdasarkan pembagian waiting list, bukan lagi jumlah penduduk Islam,” ujarnya.

Meski demikian, Dahnil mengakui masa tunggu 26 tahun masih terlalu panjang. Apalagi, jumlah antrean haji saat ini mencapai sekitar 5,7 juta orang.

Baca juga : Lewat Program KELANA, KLH Kenalkan Ekosistem Mangrove dan Gambut

“Dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, kami mencari formula terbaik untuk mengurai persoalan panjang antrean haji ini,” katanya.

Menurut Dahnil, pembenahan antrean haji akan dimulai dari tata kelola keuangan haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), seiring momentum revisi Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji.

Sedangkan dalam jangka panjang, Pemerintah ingin penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada ritual dan pelayanan, tetapi juga mampu membangun keadaban serta peradaban bangsa.

“Transformasi haji tidak sekadar soal ritual dan pelayanan, tetapi bagaimana ibadah haji berdampak pada kemabruran sejati yang mampu meninggikan keadaban dan peradaban bangsa,” pungkas Dahnil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.