Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DPR Puji Pupuk Indonesia: Pasokan Aman di Tengah Konflik Global, HET Turun 20%
Kamis, 16 April 2026 22:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah anggota Komisi IV DPR mengapresiasi Pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berhasil memastikan pasokan pupuk domestik tetap aman di tengah krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Herry Dermawan, menilai kondisi pasokan pupuk nasional relatif kuat. Hal itu didukung ketahanan bahan baku, sehingga Indonesia mampu menjaga stabilitas harga di tengah gangguan pasokan global.
“Untuk PT Pupuk, terima kasih. Luar biasa berani menurunkan harga pupuk 20 persen dan tadi juga sudah dinyatakan walaupun ada perang Israel-Amerika lawan Iran, insya Allah pupuk kita aman karena bahan baku kita sudah tersedia,” kata Herry, dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan, Direktur Utama Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dikutip Kamis (16/4/2026).
Baca juga : IPA Convex 2026: Harapan Kemandirian Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga pasokan tersebut juga berdampak pada kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen pada 2025.
Senada, Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Gerindra, TA Khalid, menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur karena dinamika konflik Timur Tengah tidak berdampak negatif terhadap pasokan pupuk nasional.
“Kita bangga bahwa problem konflik Timur Tengah tidak berefek pada kita. Padahal kita tahu, penutupan Selat Hormuz itu akan mengganggu pasokan pupuk dunia,” kata Khalid.
Baca juga : Resmi dibuka, Lab Indonesia 2026 Hadirkan 900 Inovasi Global
Menurutnya, ketahanan pasokan ini tidak terlepas dari fondasi industri pupuk nasional yang telah dibangun sejak lama. Konsistensi pemerintah dalam mengembangkan industri pupuk dari hulu hingga hilir dinilai menjadi kunci stabilitas saat ini.
“Pemerintah sejak Pak Presiden Soeharto sampai hari ini masih fokus bagaimana membangun industri pupuk,” ujarnya.
Sebelumnya, dinamika konflik di kawasan Timur Tengah sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pupuk dunia. Namun, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan bagi Indonesia karena kuatnya kapasitas produksi dalam negeri serta ketahanan rantai pasok bahan baku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya