RM.id Rakyat Merdeka - Pelukan hangat mengawali pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026). Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, dari pengembangan energi nuklir hingga restorasi Candi Prambanan. Modi tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.18 WIB.
Modi di sambut upacara kenegaraan. Di halaman Istana, para pelajar mengibarkan bendera Indonesia dan India, sementara pertunjukan tari Betawi turut menyambut kedatangan tamu negara tersebut.
Prabowo telah menunggu di beranda Istana dengan mengenakan setelan jas hitam, peci, dan kacamata hitam. Sementara itu, Modi tampil dengan busana khas India berwarna putih yang dipadukan dengan jas abu-abu.
Sesaat setelah turun dari kendaraan, Prabowo langsung menjabat tangan Modi dan memeluknya dengan hangat. Keakraban itu terus terlihat sepanjang rangkaian acara, mulai dari pemeriksaan pasukan kehormatan, penandatanganan buku tamu kenegaraan, pertemuan empat mata (tete-a-tete), hingga rapat bilateral bersama delegasi kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Modi menyaksikan penandatanganan sekaligus pengumuman 16 dokumen kerjasama antarpemerintah maupun antar perusahaan.
Baca juga : Tumbang Di 16 Besar, 3 Tuan Rumah Kini Cuma Jadi Penonton
Kerja sama yang disepakati mencakup berbagai bidang strategis. Mulai dari eksplorasi ruang angkasa, keamanan maritim, penanggulangan bencana, mineral kritis, telekomunikasi, farmasi, pertanian, teknologi pemilu, riset dan inovasi, industri baja, hingga sistem pertahanan, termasuk pengadaan rudal BrahMos serta rudal udara ke udara.
Salah satu kerja sama yang menjadi sorotan adalah pengembangan energi baru, termasuk pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Indonesia dan India sepakat memperluas kolaborasi di bidang tersebut guna memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Selain itu, kedua negara memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Restorasi akan dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Archaeological Survey of India (ASI).
“Kami menyambut baik restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan yang merupakan situs warisan dunia UNESCO,” ujar Prabowo dalam pernyataan pers bersama.
Indonesia dan India juga menetapkan periode 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara sebagai penghormatan terhadap hubungan intelektual antara Rabindranath Tagore dan Ki Hajar Dewantara yang telah terjalin sekitar satu abad lalu.
Baca juga : Barbuk Suap Bupati Kuansing, KPK Temukan Dan Sita Land Cruiser LC300
“Berbagai inisiatif tersebut mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Sekaligus kita bertekad meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contact,” kata Prabowo.
Di bidang pendidikan, Indonesia mendukung pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) dan Indian Institute of Technology (IIT) di Indonesia. Sebaliknya, Prabowo berharap semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di India. “Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujarnya.
Modi menyambut baik hasil pembicaraan bilateral tersebut. Menurutnya, hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad kini memasuki babak baru melalui kerja sama strategis di berbagai sektor.
“Kedua negara kita juga akan merayakan dengan sangat antusias kunjungan bersejarah Rabindranath Tagore seratus tahun yang lalu ke Indonesia,” ujar Modi.
Ia mengatakan, hubungan Rabindranath Tagore dan Ki Hajar Dewantara menjadi simbol kedekatan intelektual kedua bangsa. Menurutnya, pemikiran Ki Hajar Dewantara tidak hanya membentuk sistem pendidikan Indonesia, tetapi juga memberi pengaruh terhadap perkembangan pendidikan dunia.
Baca juga : Anis Hidayah: Hukuman Mati Itu Pelanggaran HAM
“Ki Hajar Dewantara, akademisi hebat dari Indonesia dan Menteri Pendidikan pertama Indonesia, berkontribusi signifikan bagi pembangunan di Indonesia. Pandangan beliau di sektor pendidikan memberikan dampak besar bagi pemikiran global,” katanya.
Sementara, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, setelah seluruh agenda di Jakarta selesai, Modi dijadwalkan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026) untuk melihat langsung rencana pelaksanaan program restorasi yang menjadi salah satu hasil kesepakatan kedua negara.
“Karena salah satu kesepakatan yang diraih antara Indonesia dan India adalah upaya untuk melakukan pemugaran atau restorasi dari Candi Prambanan,” ujar Sugiono.
Sugiono menilai kunjungan Modi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus memperluas kerja sama strategis Indonesia dan India. Menurutnya, kedekatan personal antara Prabowo dan Modi menjadi modal penting untuk mempercepat implementasi berbagai kesepakatan yang telah dicapai. “Intinya adalah bahwa kedua kepala negara secara chemistry juga punya kedekatan. Momentum ini juga suatu langkah dalam rangka mempererat persahabatan antara Indonesia dan India,” pungkasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.