BREAKING NEWS
 

Bongkar 3 Kasus Kakap, Geledah Kafe Dan Rumah

Polisi Sita Emas, Uang Senilai Setengah Triliun

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 10 Juli 2026 07:50 WIB
Inilah emas batangan dan duit dolar AS dan Singapura yang disita tim gabungan dari Kortastipidkor Mabes Polri dan Polda Metro Jaya di salah satu rumah mewah kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). (Foto: Dok. Polda Metro Jaya)

 Sebelumnya 
Seluruh barang bukti dari berbagai lokasi kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Hingga kini, Kortastipidkor Polri masih mendalami asal-usul aset, aliran dana, serta keterkaitannya dengan tiga perkara korupsi yang tengah ditangani. 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto menegaskan, pengusutan perkara tersebut merupakan atensi langsung Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, penggeledahan merupakan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang diduga memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, kasus PT Asabri, serta perkara Krakatau Steel. Dugaan tindak pidana yang diusut meliputi suap, gratifikasi, hingga pencucian uang. 

“Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Ini merupakan atensi Bapak Presiden agar dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian Kepolisian untuk dilakukan pengungkapan dan proses penyidikan,” ujar Bhudi. 

Baca juga : Pidato Di Peresmian B50, Prabowo Bicara Bahaya Jadi ”Bangsa Kepiting”

Langkah agresif Kortastipidkor itu pun mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Komisi III DPR RI menyatakan mendukung penuh pengusutan dugaan korupsi pengadaan batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik massal. 

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Kortastipidkor Polri dan akan mengawal proses penegakan hukum agar berjalan tuntas sesuai koridor hukum. 

Menurutnya, dugaan korupsi batu bara tidak hanya merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, tetapi juga berdampak pada blackout yang menyulitkan masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi. 

“Komisi III DPR RI memberikan apresiasi dan sekaligus mendukung Kortastipidkor Mabes Polri yang melakukan penegakan hukum pemberantasan korupsi dalam kasus korupsi batu bara,” ujarnya dalam konferensi pers yang dihadiri seluruh fraksi Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

Baca juga : Tembus 18.000/Dolar, Rupiah Lunglai

Dukungan serupa disampaikan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto. Ia meminta penyidik mengusut seluruh rantai pasok batu bara, mulai dari pemasok, surveyor, laboratorium penguji, perusahaan transportasi, pejabat pengadaan, hingga pihak penerima barang. 

Bambang juga mendorong penerapan follow the money, asset recovery, serta pendekatan follow the disruption untuk mengungkap bagaimana penyimpangan tata kelola berubah menjadi gangguan terhadap sistem kelistrikan nasional. 

“Korupsi yang mengganggu pasokan energi memiliki karakter sebagai ancaman keamanan ekonomi sekaligus ancaman terhadap infrastruktur kritis, bukan semata-mata kejahatan ekonomi. Tetapi merupakan kejahatan terhadap negara,” tegasnya. 

Senada, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mendukung, penuh langkah Kortastipidkor Polri. Ia menilai para pelaku harus dihukum seberatberatnya karena telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. 

Baca juga : Diduga Terima Gratifikasi Rp 30 Miliar, Eks Sekjen MPR Ditahan KPK

Fahmy mengingatkan, dugaan manipulasi pasokan batu bara juga pernah terjadi pada 2022 dan menyebabkan krisis pasokan di PLN. Karena itu, kasus serupa yang kembali diduga terjadi harus dibongkar hingga tuntas. “Ini saya kira harus diusut tuntas siapa pelakunya,” kata Fahmy. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense