Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai proyek percontohan (pilot project) Kawasan Rendah Emisi (KRE). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan pencemaran udara sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Program tersebut tertuang dalam laporan “Kawasan Rendah Emisi Terpadu Jakarta: Dari Ambisi Menuju Aksi” yang diluncurkan Pemprov DKI Jakarta bersama Breathe Cities dalam Sidang Pleno Kelompok Kerja Mitigasi Adaptasi Bencana Iklim (Pokja MABI).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, laporan tersebut menjadi peta jalan penerapan Kawasan Rendah Emisi berbasis data yang akan diimplementasikan secara bertahap di Jakarta.
Baca juga : Mesir Tuntut FIFA Investigasi Wasit
“Melalui pendekatan ini, pengurangan emisi tidak hanya difokuskan pada sektor transportasi. Tapi juga menyasar pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, bangunan, energi, industri, hingga tata guna lahan,” ujar Dudi, Kamis (25/6/2026).
Dalam laporan tersebut, Blok M direkomendasikan menjadi kawasan pertama yang menerapkan konsep Kawasan Rendah Emisi.
Selain Blok M, terdapat empat kawasan prioritas lainnya. Yakni Kota Tua (perbatasan Jakarta Barat-Jakarta Utara) Medan Merdeka, Dukuh Atas dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK)Senayan (Jakarta Pusat).
Baca juga : Henderson Patah Lengan, Inggris Ketar-ketir
Menurut Dudi, Blok M dipilih karena memiliki jaringan transportasi publik yang terintegrasi, aktivitas ekonomi yang tinggi, serta karakter kawasan penggunaan campuran, sehingga dinilai ideal sebagai lokasi uji coba.
“Blok M memiliki konektivitas transportasi publik yang kuat dan aktivitas ekonomi yang dinamis. Kawasan ini menjadi lokasi yang tepat untuk menguji berbagai intervensi, sebelum diterapkan secara lebih luas di Jakarta,” katanya.
Dia menjelaskan, implementasi Kawasan Rendah Emisi direncanakan berlangsung secara bertahap pada 2026 hingga 2029, dengan pendekatan adaptif dan berbasis data.
Baca juga : Trump Dan Erdogan Akrab Kayak Bestie
Berdasarkan hasil kajian, sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta.
Dalam skenario paling ambisius, penerapan Kawasan Rendah Emisi diproyeksikan mampu menurunkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 hingga 14,3 persen di lima kawasan prioritas. Bahkan, di kawasan GBK, penurunannya diproyeksikan mencapai 20,7 persen.
Sebagai informasi, PM2.5 adalah partikel udara mikroskopis berukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau 3 persen dari diameter rambut manusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya