BREAKING NEWS
 

Petani Indramayu Ikuti Protokol Covid-19 Saat Panen Raya

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 2 April 2020 16:38 WIB
Suasana panen di Indramayu (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan bagi petani untuk panen. Di Desa  Nunuk, Kecamatan Lelea, Indramayu, para petani tetap aktif seraya menjalankan  protokol kesehatan penanganan virus Covid-19. 

Aruna Runatin, salah seorang petani di wilayah tersebut, menyebutkan, kegiatan yang dijalankan masih aman. Saat keluar rumah pun dirinya menggunakan masker. Sementara kebersihan diri pun selalu dijaga, terutama rajin cuci tangan. “Penyemprotan disinfektan di lingkungan masing-masing pun dilakukan dan pemerintah desa membentuk tim tanggap Corona tingkat desa,” ungkap Aruna, dalam keterangan Kementerian Pertanian (Kementan), yang diterima redaksi, Kamis (2/4).

Baca juga : Suu Kyi Bikin Akun Facebook

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah instruksi dan anjuran kepada masyarakat dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Kementan menyiapkan protokol bagi para petani sehingga mereka tetap aman berproduksi. 

Adsense

“Banyak kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan dari rumah, hal tersebut mungkin bisa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tapi bagi saya seorang petani tetap harus turun ke sawah. Selain bertanggung jawab kepada kesehatan diri dan keluarga, kami pun harus mengurus tanaman dan memastikannya bisa panen," tutur Aruna.

Baca juga : KLHK Bantu Petani Tingkatkan Produksi di Tengah Pandemi Corona

Selain protokol umum seperti mencuci tangan dan menjaga gizi seimbang, para petani dianjurkan menanam dan mengonsumsi produk empon-empon seperti wedang umuh, jahdape, dan kunir asem. Tanaman empon-emponan itu secara klinis dapat meningkatkan kemampuan tubuh menangkal virus Covid-19. Para penyuluh turut berperan dalam mengedukasi para petani tentang protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Produktivitas di Desa Nunuk terbilang tinggi. Rata-rata panen padi berkisar 7-9 ton per hektare. Sementara harga jual gabahnya Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram gabah kering panen. 

Baca juga : Penasehat Senior PM Inggris Positif Covid-19

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, sektor pertanian menjadi harapan dan tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. “Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas Syahrul. 

Untuk itu, kata Syahrul, berbagai skenario atas kemungkinan yang akan terjadi harus dipersiapkan terlebih bulan puasa dan lebaran sudah di depan mata. "Kita tidak berhenti sampai menyediakan pangan saja. Bersama Kemendag, Bulog, dan yang lain, kita berusaha mengendalikan bahwa pangan itu tersedia di pasar dalam jumlah yang cukup sehingga stabilisasi harga terjaga," pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense