RM.id Rakyat Merdeka - Layanan Telegram Bot yang mengatasnamakan Edabu BPJS atau layanan pengecekan data pribadi yang diklaim terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, dipastikan 100 persen hoax.
Info ini disampaikan BPJS Kesehatan melalui akun Instagram resminya.
Baca juga : Bakal Masuk Investasi 300 Triliun, Indonesia Masih Primadona Investor
"Kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah HOAX (TIDAK BENAR). BPJS Kesehatan TIDAK PERNAH memiliki, menyediakan, atau berafiliasi dengan layanan grup maupun Bot Telegram bernama "Edabu Bot" atau sejenisnya. Akun tersebut adalah modus penipuan pencurian data (phishing)," tegas BPJS Kesehatan, Selasa (14/6/2026).
Terkait hal tersebut, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melindungi data pribadi sobat dan keluarga, dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Jangan klik tautan (link) atau tombol apa pun yang diberikan oleh bot/akun tersebut.
- Jangan berikan data pribadi apa pun (seperti NIK, Nomor Kartu JKN, Nomor HP, Email, atau data perusahaan).
- Segera blokir dan laporkan (report) akun Telegram tersebut sebagai "Spam/Penipuan" agar tidak ada lagi yang menjadi korban.
- Pastikan hanya mengakses layanan resmi BPJS Kesehatan melalui saluran terpercaya seperti Aplikasi Mobile JKN, Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) di nomor 08118165165, BPJS Kesehatan Care Center 165, website resmi: www.bpjs-kesehatan.go.id, kanal media sosial resmi BPJS Kesehatan.
Baca juga : KPK-BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Cegah Korupsi dan Fraud JKN
"Mari saling menjaga dan ingatkan keluarga serta kerabat Anda agar terhindar dari modus penipuan ini!" pungkas BPJS Kesehatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.