BREAKING NEWS
 

POPSI-BPDP Sorong Gelar Wokrshop Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 14 Juli 2026 20:33 WIB
Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Meningkatkan Perekonomian Daerah 3T dengan Kelapa Sawit Seri 2 di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (24/6/2026). Foto: POPSI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia, termasuk sejumlah wilayah di Papua Barat Daya, memiliki tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses teknologi, permodalan, hingga kualitas sumber daya manusia.

Namun, di balik berbagai keterbatasan tersebut, wilayah 3T menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek strategis adalah perkebunan kelapa sawit. Pengalaman di berbagai daerah di Sumatra dan Kalimantan menunjukkan bahwa pengembangan kelapa sawit mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah melalui penyerapan tenaga kerja.

Keberadaan industri sawit juga menciptakan berbagai aktivitas ekonomi turunan yang memberikan efek berganda bagi masyarakat sekitar.

Sebagai upaya mendorong pemanfaatan potensi tersebut, Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Meningkatkan Perekonomian Daerah 3T dengan Kelapa Sawit Seri 2 di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Workshop Seri 1 yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Peserta yang hadir dari unsur pemerintah, pelaku usaha, kelompok tani, akademisi, dan mahasiswa mengikuti workshop yang bertujuan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia perkebunan sekaligus memperluas pemahaman mengenai pengembangan perkebunan sawit yang produktif dan berkelanjutan.

Baca juga : PATPI Dorong Kebijakan Pangan Berbasis Sains

Workshop dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal.

Dalam sambutannya, Suardi menyampaikan bahwa daerah kategori 3T memang masih menghadapi berbagai keterbatasan, namun memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan.

"Salah satu sektor yang memiliki prospek strategis adalah perkebunan kelapa sawit. Kelapa sawit terbukti menjadi komoditas unggulan yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, menggerakkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan perkebunan sawit rakyat masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah penggunaan benih yang belum berkualitas. Karena itu, kegiatan workshop dan pasar benih sawit menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus memperluas akses terhadap benih unggul yang legal, bermutu, dan bersertifikat.

Adsense

"Saya berharap melalui kegiatan ini para petani memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai teknik budidaya, pemilihan benih unggul, pengelolaan kebun yang efektif, serta penerapan praktik perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.

Lebih lanjut, Suardi mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, mendukung pengembangan hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Baca juga : INACA Dorong Penguatan Ekosistem Penerbangan & Keberlanjutan di IAS 2026

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi petani, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat perekonomian daerah.

"Melalui kegiatan ini saya berharap lahir inovasi serta rekomendasi yang mendukung perubahan nyata bagi perkembangan kelapa sawit di Provinsi Papua Barat Daya sehingga mampu memperkuat kesejahteraan petani dan pengembangan ekonomi daerah. Kelapa sawit potensinya sangat besar terutama dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Umum Media Perkebunan sekaligus Direktur Jenderal Perkebunan periode 2016–2018, Ir. Bambang menyampaikan bahwa saat ini pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan sawit rakyat melalui berbagai program yang didanai BPDP.

"Saat ini ada perhatian yang luar biasa dari pemerintah melalui BPDP. Dana dari industri sawit dikembalikan lagi kepada masyarakat, antara lain untuk peremajaan sawit rakyat, sarana dan prasarana perkebunan, serta beasiswa," ujarnya.

Menurut Bambang, pemanfaatan program-program BPDP di daerah masih perlu ditingkatkan karena respons masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk daerah 3T, masih relatif rendah. Ia menjelaskan bahwa salah satu titik kritis pengembangan perkebunan sawit terletak pada penggunaan benih.

"Titik kritis pengembangan sawit itu ada di benih. Kalau salah di benih, sudah habis. Karena itu hari ini banyak bicara tentang benih dan penyedia benih tersertifikasi juga hadir di sini," katanya.

Baca juga : Andi Gani: KSPSI Siap Dukung BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Pelayanan Pekerja

Bambang juga mengingatkan bahwa bantuan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dapat dimanfaatkan oleh pekebun yang sebelumnya menggunakan benih yang tidak sesuai sehingga produktivitas kebunnya rendah.

"BPDP ini khusus diberikan kepada rakyat. Walaupun prosesnya cukup berat, mohon dimanfaatkan resource ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan BPDP, Dwi Nuswantara, menegaskan komitmen lembaganya untuk hadir dan mendukung pengembangan industri sawit di Papua.

"Bentuk komitmen kami, BPDP hadir di Papua untuk membantu, mendukung, dan mendorong industri sawit di daerah. Kelapa sawit merupakan harta nasional dan berkah Tuhan bagi Indonesia," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense