BREAKING NEWS
 

Jelang Muktamar NU Ke-35, Imin Vs Gus Yahya Saling Serang

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 16 Juli 2026 08:00 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), hubungan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf makin memanas. Keduanya saling serang terkait kontribusinya terhadap Ormas terbesar di negeri ini.

Perseteruan bermula ketika Cak Imin-sapaan Muhaimin Iskandar-menyatakan PBNU membutuhkan sosok pemimpin yang lebih segar. Menurut dia, kepengurusan PBNU saat ini belum membawa perubahan yang signifikan.

Menanggapi hal itu, Gus Yahya-sapaan Yahya Cholil Staquf-balik menuding Cak Imin kurang memahami perkembangan organisasi NU, karena belum pernah menjadi pengurus dalam struktur organisasi di berbagai tingkatan.

"Silakan saja kalau Pak Muhaimin berpendapat begitu. Kalau Pak Imin mengatakan begitu, saya kira ya karena beliau, memang mungkin kurang mengerti tentang NU ya. Karena seumur hidup beliau belum pernah jadi pengurus NU di semua tingkatan. Jadi pengurus ranting aja belum pernah," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Gus Yahya mengklaim, berbagai perubahan mendasar telah dilakukan selama masa kepemimpinannya. Namun, hal itu tidak diketahui oleh pihak yang tidak terlibat dalam kepengurusan organisasi.

Baca juga : AS Vs Iran, Saudi Vs Houthi, Timteng Makin Membara

Ia juga mengklaim, transformasi tata kelola organisasi melalui sistem manajemen digital telah diterapkan, mulai dari tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) hingga sebagian besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

Selain itu, sambungnya, PBNU juga telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan ekonomi melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU, Syariah Global Services (SGS), serta menjajaki kerja sama investasi dengan mitra dari Malaysia.

Pernyataan Gus Yahya kemudian dibalas Cak Imin melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (15/7/2026).

Adsense

"Dia nggak tahu kalau saya itu jadi Rais Syuriah NU, nggedabrus nggak punya malu. Aku itu mewakili rasa malu yang berkembang selama ini. Ampun para masyayikh," tulis Cak Imin.

Di tengah polemik tersebut, Gus Yahya memastikan akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU. Ia mengatakan, pencalonannya didorong oleh keinginan untuk menuntaskan berbagai agenda organisasi yang telah dirintis pada periode pertama kepemimpinannya.

Baca juga : Spanyol Melaju Ke Final, Prancis Jadi Ayam Sayur

"Saya memang hendak mencalonkan lagi karena ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sejak awal sudah saya bangun," ujarnya.

Gus Yahya juga menyatakan, optimistis Muktamar ke-35 NU akan berlangsung kondusif tanpa intervensi pihak luar, karena organisasi memiliki mekanisme yang mampu menjaga independensi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf mengatakan, sejumlah nama telah masuk dalam bursa bakal calon Ketua Umum PBNU. Beberapa nama yang disebut antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdussalam Sohib (Gus Salam), serta Gus Yahya.

"Siapa pun boleh maju. Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum," kata Saifullah Yusuf di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

PBNU menjadwalkan Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Salah satu agenda utama forum tersebut adalah memilih Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.

Baca juga : Tangani 3 Kasus Mantan Jampidsus, Kejagung Tunjuk 9 Jaksa

Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengatakan, persiapan muktamar telah memasuki tahap akhir, termasuk penyelesaian surat keputusan kepengurusan di tingkat wilayah dan cabang sebagai dasar penetapan peserta yang memiliki hak suara.

Saat ini, sekitar 594 peserta dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) telah masuk dalam daftar verifikasi sementara. FAQ

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense