Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Tinjau Dermaga Petrokimia Gresik
Zulhas: Pelabuhan Modern Kunci Ketahanan Pangan
Kamis, 16 Juli 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, pelabuhan modern memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kelancaran aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik di pelabuhan menjadi kunci menjaga pasokan pangan, menekan biaya logistik, hingga mengendalikan harga dan inflasi.
Hal itu disampaikan Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat meninjau Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026). Kunjungan tersebut sekaligus dirangkai dengan pelaksanaan Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program transformasi pelabuhan yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group.
Menurut Zulhas, kelancaran distribusi bahan baku pupuk melalui pelabuhan akan mempercepat proses produksi pupuk, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi tepat waktu. Dampaknya, produksi pangan nasional juga akan meningkat.
“Kalau pengiriman bahan untuk pupuk lancar, pupuk bisa diproduksi lebih cepat. Artinya ketika pupuk bisa diproduksi cepat, petani tidak akan kekurangan pupuk. Sehingga bahan pangan akan mengalami peningkatan,” ujarnya.
Zulhas menambahkan, pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan. Karena itu, pemerintah terus mendorong transformasi menuju Green and Smart Port. Tujuannya agar sistem logistik menjadi lebih efisien, biaya distribusi semakin kompetitif, serta operasional pelabuhan lebih ramah lingkungan.
Baca juga : 25 Kepala Daerah Studi Tata Kelola Ke Singapura
“Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Zulhas juga mengingatkan bahwa kelancaran aktivitas pelabuhan berkorelasi langsung dengan stabilitas harga pangan. Menurutnya, keterlambatan distribusi dapat memicu kenaikan harga hingga meningkatkan inflasi.
“Jadi, pangan dengan pelabuhan itu satu hal yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Selain meninjau aktivitas logistik, Zulhas juga melihat langsung penerapan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di kawasan pelabuhan. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pelabuhan yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai bagian dari transformasi menuju pelabuhan hijau.
“Pelabuhan harus selesai masalah sampahnya. Kalau terminal harus selesai di terminal. Di kantor selesai di kantor, di sekolah selesai di sekolah, dan di rumah tangga juga harus selesai. Baru kita bisa mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah. Ini adalah kerja panjang kita bersama,” jelasnya.
Baca juga : Jokowi Happy, Safari Politik Terus Berlanjut
Menurut Zulhas, gerakan ASRI ke depan tidak hanya diterapkan di pelabuhan, tetapi juga diperluas ke seluruh simpul transportasi darat dan udara sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pada kesempatan yang sama, delapan pelabuhan mengikuti Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, sebuah asesmen yang mendorong transformasi pelabuhan menjadi lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan ramah lingkungan.
Program tersebut diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia. Sebagai strategic holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey dipercaya menyusun kerangka kerja sekaligus melaksanakan asesmen berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Chief Executive Officer IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan, meningkatnya jumlah pelabuhan yang mengikuti asesmen menunjukkan semakin tingginya kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya keberlanjutan.
“Kepercayaan dari Kemenko Pangan merupakan kehormatan bagi IDSurvey. Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mendukung efisiensi logistik nasional,” katanya.
Baca juga : PAN Siap Antar Orang Asli Papua Ke Senayan
Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menegaskan, pihaknya siap memperkuat implementasi Green and Smart Port melalui layanan Testing, Inspection and Certification (TIC).
“SUCOFINDO bersama IDSurvey akan terus mendampingi penguatan standar, asesmen, dan peningkatan kapasitas pelabuhan agar transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas berjalan konsisten serta meningkatkan daya saing nasional,” kata Sandry.
Dalam GSPI ASRI 2026, TUKS PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional. Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera. Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung.
Usai penyerahan hasil asesmen, Zulhas bersama sejumlah menteri menyalurkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek online, nelayan, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kolaborasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Petrokimia Gresik dalam rangka HUT ke-54 perusahaan. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 16 Juli 2026 dengan judul "Tinjau Dermaga Petrokimia Gresik Zulhas: Pelabuhan Modern Kunci Ketahanan Pangan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya