Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Selangkah Lagi, Luis de la Fuente Ukir Sejarah
- Fabio Calonego Bakal 2 Musim Lagi Bareng Persija
- Tak Masuk Proyeksi Musim 2026/27, Persib Lepas Dimas Drajad
- Luke Anthony Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Menuju Piala Dunia 2030
- Kasus Korupsi & TPPU, Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok
RM.id Rakyat Merdeka - Spanyol melaju ke final piala dunia setelah sukses membantai Prancis 2:0. Prancis yang berlogo ayam jantan itu, seperti tim ayam sayur yang nggak berkutik diinjak Spanyol yang berjuluk La Furia Roja itu.
Laga semifinal Prancis vs Spanyol berlangsung di Stadion Dallas Arlington, Texas, Amerika Serikat (AS), Rabu (15/7/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menekan. Namun, peluang berbahaya belum banyak tercipta di 15 menit awal pertandingan.
Spanyol akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-22 setelah memperoleh hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Lucas Digne dianggap menjatuhkan Lamine Yamal di kotak terlarang. Striker Spanyol, Mikel Oyarzabal yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya tak mampu dibendung kiper Prancis, Mike Maignan.
Spanyol kembali menekan dan sempat menciptakan peluang untuk menggandakan keunggulan. Namun, upayanya masih digagalkan lini belakang Les Blues.
Baca juga : Tangani 3 Kasus Mantan Jampidsus, Kejagung Tunjuk 9 Jaksa
Situasi Prancis semakin sulit setelah bek andalannya, William Saliba, cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-30. Maxence Lacroix masuk menggantikan bek Arsenal tersebut.
Prancis berusaha bangkit menjelang turun minum, meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya pertahanan Spanyol bikin Kylian Mbappe Cs gagal menyamakan skor hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Spanyol kembali menunjukkan performanya. Di menit ke-58, Dani Olmo mengirim umpan matang yang diselesaikan sempurna Pedro Porro untuk mengubah skor menjadi 2-0. Penampilan impresif Porro sepanjang pertandingan membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match.
Spanyol bahkan sempat mencetak gol ketiga melalui aksi individu Lamine Yamal. Namun, gol dianulir wasit setelah tayangan VAR menunjukkan sang pemain berada dalam posisi offside.
Di sisa pertandingan, Prancis terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tapi tak satu pun mampu menjebol gawang Spanyol. Para pemain bintang Prancis, Kylan Mbappe, Dembele, Doue, Olise, seakan mati kutu menghadapi lini tengah dan belakang Spanyol.
Baca juga : Herman Khaeron: Sistem Politik Kita Tak Mengenal Oposisi
Sementara bintang Spanyol, Lamine Yamal justru menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain muda terbaik. Pergerakannya di sisi kanan jadi sumber ancaman utama dan berperan dalam serangan. Di lini tengah, Rodri dan Pedri sukses mengendalikan tempo, bikin Prancis kesulitan mengembangkan permainan.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan. Hasil ini mengantarkan Spanyol melangkah ke final Piala Dunia 2026 yang akan digelas di Stadion MetLife, New Jersey, Senin dini hari WIB (20/7/2026).
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bangga skuadnya melaju ke final Piala Dunia 2026. "Hari ini kami menang menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tapi mereka juga menghadapi tim terbaik di dunia," kata De la Fuente dilansir RTVE.
De la Fuente memuji perjuangan anak asuhnya sepanjang turnamen. Baginya, hasil ini buah dari kerja keras, solidaritas, dan kualitas yang terus diperlihatkan para pemain.
"Mereka pantas mendapatkan segalanya. Ini mimpi yang menjadi kenyataan, bahkan melampaui bayangan saya. Kami bermain luar biasa dan melakukan semua yang diperlukan untuk mencapai final," pujinya.
Baca juga : Seno Bagaskoro: Yang Baik Didukung, Kurang Baik Dikritisi
Sementara itu, meski dinobatkan sebagai Pemain Terbaik, Pedro Porro memilih merendah. "Kami tahu akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Ini adalah keberhasilan tim, bukan saya. Semua pemain tampil fantastis," tuturnya.
Di sisi lain, arsitek Peancis, Didier Deschamps kecewa atas kegagalan ini. Dia menyebut, para pemain sangat terpukul.
"Karena kami memiliki ambisi yang tinggi. Meskipun kami harus mengakui bahwa hari ini kami sedikit di bawah level teknis biasanya, menghadapi tim yang benar-benar menguasai permainan," kata Deschamps dilansir FIFA.
Kekalahan Perancis, sambungnya, tak lain karena kesalahan sendiri dalam menahan serangan Spanyol. Dia juga menyoroti buruknya pengambilan keputusan para penyerangnya dan kesalahan teknis yang kerap kerap terjadi.
"Kami gagal dan tidak seberbahaya yang seharusnya, beberapa kesalahan teknis pada umpan yang mungkin bisa menghasilkan peluang mencetak gol. Itulah realita," tambahnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya