RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, guna menjaga pasokan air irigasi selama proses rehabilitasi bendung berlangsung. Penanganan dilakukan dengan membangun bendung sementara menggunakan sandbag pada tubuh bendung untuk mencegah perembesan atau intrusi air laut ke saluran air tawar.
Langkah tersebut diambil agar air asin tidak masuk ke saluran irigasi sehingga elevasi dan kualitas air tetap terjaga serta kebutuhan air masyarakat dan layanan irigasi tetap terpenuhi selama pekerjaan rehabilitasi berlangsung.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan air merupakan sumber daya yang tidak dapat diciptakan, melainkan harus dikelola secara optimal. Karena itu, pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung target swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
"Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," kata Dody.
Penanganan darurat dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan menyiagakan personel, satu unit excavator, dump truck, material sandbag, serta bronjong pasir yang diisi tanah sebagai sekat sementara.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga mendukung pelaksanaan pekerjaan dengan menyediakan satu unit excavator PC45 untuk mempercepat pemasangan bendung sementara.
Baca juga : Menteri PU Dody Hanggodo Bantah Gunakan Jet Pribadi untuk Kunjungan Kerja
Kementerian PU menyatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut dilakukan agar fungsi Bendung Karet Welahan tetap berjalan optimal sehingga pelayanan sumber daya air kepada masyarakat dapat terus terjaga hingga rehabilitasi selesai.
Selain menjaga layanan air, penanganan darurat ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin tidak menentu.
Bendung Karet Welahan yang dibangun pada 1995 memiliki kapasitas tampung sekitar 2,6 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut mengairi Daerah Irigasi Kedungsemat seluas 1.666 hektare serta memasok air baku bagi PDAM Jepara sebesar 50 liter per detik yang melayani sekitar 5.000 kepala keluarga.
Baca juga : Kepercayaan Publik Dibangun Dari Data Akurat Dan Pelayanan Berkualitas
Kementerian PU berharap proses rehabilitasi Bendung Karet Welahan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga bendung kembali berfungsi maksimal dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Jepara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.