Dark/Light Mode

Kementerian PU Siapkan 4 Ruas Tol Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur

Kamis, 23 Juli 2026 15:13 WIB
Ruas jalan tol yang disiapkan Kementerian PU sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. Dok. PU
Ruas jalan tol yang disiapkan Kementerian PU sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU. Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan empat ruas jalan tol untuk difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) pada kondisi tertentu. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sistem pertahanan nasional melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi logistik, tetapi juga harus memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.

Karena itu, sejumlah ruas jalan tol dirancang memiliki fungsi ganda (dual use), yakni tetap beroperasi sebagai jalan tol dalam kondisi normal dan dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur untuk mendukung operasi pertahanan negara saat dibutuhkan.

Baca juga : Kementerian PU Siapkan Infrastruktur Kawasan Industri Mobil Nasional Di Subang

"Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional," ujar Dody dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Empat ruas jalan tol yang disiapkan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU meliputi Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Menurut Dody, seluruh ruas tersebut tetap akan berfungsi optimal sebagai jalan tol, namun telah dirancang dengan spesifikasi yang memungkinkan digunakan untuk mendukung operasi pertahanan dalam kondisi darurat.

Baca juga : Pemerintah Kebut Operasional Kopdes, Jadi Pusat Layanan Dan Penampung Hasil Desa

Ia menjelaskan, lintasan di Jalan Tol Banda Aceh–Sigli yang saat ini sepanjang sekitar 2,8 kilometer akan diperpanjang satu kilometer. Sementara lintasan di Jalan Tol Japek II Selatan akan diperpanjang dari sekitar 2,8 kilometer menjadi 3,5 kilometer. Adapun Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi disiapkan memiliki lintasan sepanjang 3 hingga 3,5 kilometer.

"Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU," kata Dody.

Kesiapan pemanfaatan jalan tol sebagai infrastruktur strategis sebelumnya telah dibuktikan melalui uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung pada 11 Februari 2026.

Baca juga : Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur Bansos Dan Barang Subsidi

Uji coba dilakukan di segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang. Dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas di ruas KM 228 hingga KM 231.

Keberhasilan uji coba tersebut menjadi pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol yang dibangun Kementerian PU telah memenuhi standar untuk mendukung kepentingan strategis negara.

Menurut Dody, konsep pemanfaatan ganda ini menjadi bentuk optimalisasi investasi infrastruktur agar memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pembangunan ekonomi dan konektivitas nasional, tetapi juga dalam memperkuat sistem pertahanan negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.