Dark/Light Mode

PTPN I Kembangkan Bioetanol untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 17 Juli 2026 07:30 WIB
Foto: PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I-Persero)
Foto: PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I-Persero)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I-Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas perkebunan sebagai energi baru terbarukan (EBT).

Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dalam ajang Garuda TV Leaders’ Briefing 2026 bertema Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

“Sebagai satu-satunya BUMN pangan yang memproduksi bioetanol, PTPN I memegang peran strategis dalam menyediakan energi terbarukan. Namun, potensi besar ini baru bisa optimal jika kita membangun ekosistem industri yang benar-benar terintegrasi,” ujar Abdul Rivai Ras.

Baca juga : Beniyanto Tamoreka: Groundbreaking Blok Masela Perkuat Ketahanan Energi

Menurut Abdul Rivai, penguatan ekosistem tersebut mencakup peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan serta optimalisasi penyerapan bioetanol di pasar domestik.

Ia menilai bioetanol memiliki peran ganda. Selain menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon, komoditas ini juga menjadi instrumen strategis dalam menciptakan nilai tambah di sektor perkebunan melalui hilirisasi industri.

Meski demikian, Abdul Rivai menegaskan percepatan adopsi EBT tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat lintas sektor.

Baca juga : Bendungan Rukoh Kurangi Risiko Banjir, Perkuat Ketahanan Pangan Di Pidie

“Pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, bioetanol dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat kemandirian energi Indonesia,” katanya.

Langkah strategis PTPN I dalam mendorong transformasi bisnis, inovasi, dan hilirisasi produk berbasis sumber daya terbarukan ini juga sejalan dengan implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat swasembada energi dan meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.

Forum tersebut turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Hadir pula jajaran pimpinan BUMN, pelaku usaha swasta, akademisi, dan insan media nasional untuk merumuskan solusi energi berkelanjutan bagi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.