BREAKING NEWS
 

TNI Evakuasi Dua Jenazah Korban Pembunuhan Kelompok Bersenjata Di Yahukimo

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 24 Juli 2026 21:45 WIB
Petugas TNI mengevakuasi jenazah korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, menuju RSUD Dekai. Dok. TNI

RM.id  Rakyat Merdeka - Aparat TNI berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kedua korban yang merupakan pasangan suami istri dan Orang Asli Papua (OAP) ditemukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kamis (23/7/2026).

Evakuasi dilakukan personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema di tengah operasi pengamanan pascainsiden yang dilaporkan terjadi pada Senin (20/7/2026). Sementara itu, satu korban lainnya yang diduga turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut masih dalam pencarian.

Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Baca juga : MBG Kembali Berjalan, BGN: Berbagai Pembenahan Telah Dilakukan

"Dua korban sudah ketemu. Baru saja dievakuasi ke RSUD Dekai Yahukimo," kata Yudha, Kamis (23/7/2026).

Adsense

Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat, kedua korban merupakan pasangan suami istri warga asli Papua yang diduga menjadi sasaran aksi kekerasan kelompok bersenjata. Aparat keamanan hingga kini masih berupaya menemukan satu korban lainnya yang belum diketahui keberadaannya.

Selain melakukan pencarian, TNI bersama unsur keamanan lainnya memperkuat pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Patroli juga ditingkatkan di Distrik Seradala dan wilayah sekitarnya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Baca juga : Menhut Evaluasi Standar Kebutuhan Personel dan Peralatan Manggala Agni

Insiden tersebut menambah daftar kasus kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Aparat masih menyelidiki kronologi kejadian serta mengumpulkan keterangan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Sebelumnya, Manajemen Markas Pusat Komite Nasional Papua Barat (Komnas) TPNPB yang mengidentifikasi diri sebagai sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, mengklaim telah terjadi pembunuhan terhadap tiga warga sipil Orang Asli Papua di Yahukimo.

Hingga kini, aparat masih melakukan verifikasi terhadap seluruh informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca juga : BGN Evaluasi Gedung Usai Insiden Panel Kaca Pecah

Aparat juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi yang dinilai rawan hingga situasi dinyatakan aman. Sementara itu, proses pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta aspek keselamatan personel di lapangan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense