Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Menhut Evaluasi Standar Kebutuhan Personel dan Peralatan Manggala Agni
Selasa, 14 Juli 2026 16:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengevaluasi standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap personel memiliki dukungan operasional yang memadai sehingga dapat bekerja secara optimal, cepat, dan aman di lapangan.
Evaluasi tersebut disampaikan Raja Juli Antoni saat memimpin rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan di Kantor Kementerian Kehutanan.
Menurut Raja Juli, perlu disusun standar kebutuhan minimum atau Minimum Essential Cost yang menjadi acuan dalam pemenuhan personel maupun peralatan Manggala Agni.
Baca juga : Miguel Pereira Antusias Jalani Latihan Perdana Persebaya
“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost seperti di pertahanan. Minimum apa supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujar Raja Juli.
Selain mengevaluasi kebutuhan peralatan, Menhut juga meninjau berbagai langkah pencegahan karhutla, termasuk efektivitas pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di wilayah-wilayah rawan kebakaran.
Ia menegaskan, seluruh langkah pengendalian harus disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan riil, bukan sekadar perkiraan.
“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin lima, bikin tujuh, berapa yang benar-benar diperlukan. Tapi sekali lagi governance diperbaiki, TMAT-nya dilihat benar tidak air di Riau, di Kalbar itu sudah di bawah itu,” katanya.
Baca juga : BGN Evaluasi Gedung Usai Insiden Panel Kaca Pecah
Raja Juli juga mengingatkan, penggunaan anggaran penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cermat, terukur, dan akuntabel.
Seluruh kebutuhan operasional harus dihitung secara detail agar anggaran benar-benar mendukung tugas petugas di lapangan.
“Hati-hati banget, jangan aji mumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” tegasnya.
Menurut Raja Juli, evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan.
Baca juga : Menhut: Presiden Prabowo Wujudkan Perdagangan Karbon Kehutanan
Sehingga, Manggala Agni memiliki standar personel, peralatan, dan dukungan operasional yang sesuai dengan tantangan di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya