RM.id Rakyat Merdeka - Ancaman kekeringan makin nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, 54 persen wilayah Indonesia kini telah memasuki musim kemarau. Bahkan, fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027 yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang, kekeringan, dan kebakaran hutan di berbagai daerah.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, sebanyak 509 zona musim atau separuh lebih wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Dampak El Nino, kata dia, tidak merata karena karakteristik wilayah Indonesia yang sangat beragam.
"Tapi, sudah 509 zona musim atau 54,5 persen dari luasan wilayah Indonesia memasuki musim kemarau," ujar Ardhasena dalam konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Bupati Pemalang Jadi TSK Kasus Pemerasan
Menurutnya, sejak Juni sebagian besar wilayah di selatan khatulistiwa telah memasuki musim kemarau. Khusus Pulau Jawa, curah hujan sudah berada di bawah normal sebagaimana diprediksi BMKG sejak Maret lalu.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menambahkan, El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal kuartal I 2027. Bahkan, puncak intensitasnya berpotensi mencapai kategori kuat pada September hingga Desember 2026.
"El Nino akan bertahan paling tidak hingga awal kuartal pertama tahun 2027," kata Teuku Faisal.
Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Kami Apresiasi DKPP Karena Bergerak Cepat
Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah mitra melakukan operasi modifikasi cuaca di berbagai daerah. Langkah ini difokuskan untuk menambah cadangan air di sekitar 240 waduk di seluruh Indonesia.
"Kita punya 240 waduk. Beberapa kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, irigasi, dan air bersih," ujarnya.
Operasi modifikasi cuaca juga diarahkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terutama di enam provinsi yang selama ini menjadi wilayah rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Baca juga : Rendy Umboh: Sanksi Terlalu Ringan, Harusnya Diberhentikan
"Untuk menjenuhkan tanah gambut agar tidak mudah terbakar," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan pemerintah telah memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman karhutla akibat El Nino. "Prediksi kekeringannya datang lebih cepat dan berakhir lebih lambat. Kami perkuat antisipasi," ujar Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (28/7/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.