RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan, keberhasilan Program Rumah Subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan hasil kerja berkelanjutan lintas pemerintahan.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara ini secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Menteri Perumahan, Suharso Monoarfa sebagai penggagas kebijakan FLPP yang hingga kini menjadi tulang punggung pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pernyataan tersebut disampaikan Ara saat memberikan laporan di acara akad massal 62.710 rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Menurut Ara, FLPP merupakan kebijakan yang lahir pada era pemerintahan Presiden SBY ketika Kementerian Perumahan dipimpin Suharso Monoarfa.
"Tepuk tangan untuk Pak SBY. Dulu Menteri Perumahannya Pak Suharso Monoarfa. Pak Presiden selalu mengajarkan kepada kami bahwa apa yang kita kerjakan sekarang tidak lepas dari jasa para pendahulu," kata Ara yang disambut tepuk tangan para tamu yang hadir
Baca juga : Prabowo: Indonesia Harus Belajar dari India Bangun 3 Juta Rumah Setahun
Ia menilai kebijakan yang dirintis pada masa pemerintahan Presiden SBY telah memberikan manfaat besar bagi jutaan masyarakat Indonesia yang membutuhkan rumah layak dengan harga terjangkau.
"Apa yang dibuat Pak SBY sangat berarti bagi rakyat. Apa yang dibuat Pak Suharso sebagai Menteri Perumahan juga sangat berarti. Kami sekarang hanya melanjutkan dan menyempurnakannya," ujarnya.
Ara menyampaikan, penyaluran FLPP terus menunjukkan peningkatan. Selama 15 tahun pelaksanaannya, penyaluran rumah subsidi melalui FLPP melonjak tajam pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Pada 2023, penyaluran FLPP tercatat sekitar 228 ribu unit. Sementara pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 278 ribu unit, tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada 2010.
Selain meningkatkan kuota rumah subsidi, lanjut Ara, Presiden Prabowo juga menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah sejak awal menjadi presiden.
Baca juga : Bank BSN Bawa Pengemudi Ojol Hingga Pedagang Kelontong Miliki Rumah Subsidi
"Saya masih ingat, satu bulan setelah dilantik menjadi Presiden, Bapak memanggil saya bersama Pak Menteri Dalam Negeri untuk memikirkan kebijakan apa yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Arahannya jelas, buat karpet merah untuk rakyat," ungkapnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian PKP bersama Kementerian Dalam Negeri melahirkan sejumlah insentif bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di antaranya pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sebelumnya dikenakan tarif 5 persen serta penggratisan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain itu, uang muka rumah subsidi ditetapkan hanya 1 persen dan telah dilengkapi perlindungan asuransi kredit. "Pak Prabowo menjadi Presiden pertama yang menggratiskan biaya BPHTB dan PBG bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tegas Ara.
Kemudian, pemerintah memberikan kebijakan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun melalui sinergi Kementerian PKP, BP Tapera, Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kebijakan tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam menentukan jangka waktu cicilan rumah sesuai kemampuan mereka," ujarnya
Jaksa Agung & Kapolri Duduk Bareng
Baca juga : Bertemu Menteri Perumahan China, Ara Perkuat Kerja Sama Program 3 Juta Rumah
Dalam akad massal ini, Ara juga melontarkan candaan kepada Jaksa Agung dan Kapolri yang duduk bersama mendampingi Presiden Prabowo. Melihat keduanya duduk berdampingan, Ara meminta para pengembang memberikan tepuk tangan, khususnya kepada Jaksa Agung.
"Coba para pengembang tepuk tangan dulu buat Pak Jaksa Agung. Yang keras tepuk tangannya," kelakar Ara yang langsung disambut gelak tawa para tamu undangan.
Sebelum menghadiri prosesi akad massal rumah subsidi, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau dua rumah subsidi yang telah dihuni warga di Perumahan Puri Delta City Side. Rumah tersebut ditempati oleh Rosmini, seorang pedagang sembako, dan Rahma Yuliani yang bekerja sebagai petugas keamanan (satpam). Kunjungan itu menjadi simbol komitmen pemerintah memastikan program rumah subsidi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.