RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memberikan kode Destry Damayanti berpeluang menjadi calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Namun, kata Kepala Negara, keputusan akhir ada di tangan DPR.
Kode itu muncul saat Prabowo menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo meluruskan penyebutan jabatan Destry yang sebelumnya disebut Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
"Pak Menteri Perumahan salah tadi. Ibu Destry sekarang adalah Pejabat Sementara Gubernur. Jadi pejabat," kata Prabowo. Mendengar pernyataan tersebut, Destry langsung berdiri dan memberi hormat kepada Presiden.
Tak berhenti di situ, Prabowo kemudian melontarkan candaan yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para tamu. "Kayanya gimana? Oke? Namun, nanti terserah DPR ya," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Baca juga : Mendagri Kasih Sinyal Gaji Kepala Daerah Naik
Saat ini, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang mundur. Sebelumnya Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, hingga kini Presiden belum menentukan nama yang akan diajukan kepada DPR. Sesuai mekanisme, Presiden harus mengusulkan calon Gubernur BI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan.
"Sampai hari ini Bapak Presiden belum memutuskan untuk mengajukan ke DPR calon Gubernur BI definitif. Karena sesuai dengan mekanismenya memang seperti itu," ujar Prasetyo di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Ketika ditanya berapa nama yang akan diajukan Presiden ke DPR, Prasetyo hanya menjawab singkat, "Belum, belum."
Sementara saat ditanya mengenai kriteria calon Gubernur BI, ia hanya menjawab singkat. "Yang wajib adalah Merah Putih."
Baca juga : MBG Tidak Pakai Anggaran Pendidikan Selambatnya 2028, Purbaya Patuhi Putusan MK
Prasetyo juga enggan berspekulasi mengenai peluang Destry menjadi Gubernur BI definitif. Menurutnya, candaan Presiden merupakan kewenangan penuh kepala negara.
"Ya hanya beliau yang tahulah," katanya sambil tersenyum.
Lalu apa tanggapan para ekonom? Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai, Destry merupakan sosok yang paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di BI. Menurutnya, pengalaman dan kapabilitas Destry dinilai mampu menjaga kepercayaan pasar pada masa transisi.
"Bu Destry adalah orang yang punya kapabilitas. Paling tidak dalam menjaga kepercayaan pasar," kata Faisal, Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, Faisal menekankan, faktor terpenting bukan sekadar nama, melainkan kemampuan BI menjaga independensi dalam mengendalikan stabilitas makroekonomi. Pemerintah juga diminta memastikan tidak mengintervensi kebijakan bank sentral agar kepercayaan pasar terhadap rupiah dan pasar keuangan tetap terjaga.
Baca juga : Kasus Dugaan TPPU Mantan Jampidsus, Kejagung Tetapkan TSK Baru
Pandangan senada disampaikan Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian. Ia menilai, rekam jejak Destry di sektor keuangan menjadikannya salah satu figur yang layak memimpin BI.
Menurut Fakhrul, Indonesia membutuhkan Gubernur BI yang memiliki kompetensi teknis kuat sekaligus mampu membangun ekspektasi positif pasar melalui kebijakan yang kredibel. Kemampuan menjaga stabilitas rupiah, membaca dinamika neraca pembayaran, memperdalam pasar keuangan, serta memperkuat koordinasi fiskal dan moneter menjadi faktor penting.
Ia menambahkan, proses transisi kepemimpinan BI sebaiknya berlangsung cepat agar memberikan kepastian kepada pelaku pasar. Dengan komunikasi kebijakan yang jelas dan independensi bank sentral yang tetap terjaga, pergantian kepemimpinan diyakini justru dapat memperkuat kredibilitas BI di mata investor. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.