BREAKING NEWS
 

Semua Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 18 Agustus 2026 07:50 WIB
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) melintas di posko pengungsian korban gempa bumi di Lapangan Barangkolong, Reo, Manggarai, NTT , Senin (17/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa dahsyat yang menggoyang Nusa Tenggara Timur (NTT mengakibatkan 68 warga meninggal dunia, sejumlah infrastruktur hancur, ribuan warga mengungsi. Semua pihak dari pusat sampai daerah bergotong royong membantu korban gempa, bergerak bersama mempercepat penanganan dan pemulihan.

Gerak cepat dilakukan untuk memastikan masa tanggap darurat berjalan secara terkoordinasi. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung ke daerah terdampak untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mempercepat penyaluran bantuan. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, Pemerintah sejak hari pertama kejadian langsung bergerak ke NTT untuk memetakan kebutuhan masyarakat terdampak. Menurut dia, kehadiran Pemerintah di lapangan diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. 

“Kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” ujar Pratikno seusai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng, NTT, Senin (17/8/2026).

Menurut Pratikno, penanganan dilakukan dengan membagi tugas di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan logistik diarahkan ke daerah yang membutuhkan, mulai Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah yang masih terisolasi seperti Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. 

“Kita bagi tugas untuk mengawal sesuai dengan tupoksi dan mengawal isu-isu krusial di daerah tersebut. Tapi kami akan terus berkoordinasi walaupun kita di tempat yang berbeda,” katanya. 

Kementerian Sosial (Kemensos) turut memperkuat dukungan dengan mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan logistik, tenda, hingga dapur umum. 

Baca juga : Diikuti 3.500 Peserta, Upacara HUT Ke-81 RI Di IKN Dipimpin Pak Bas

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi. “Sudah dua hari ini Wakil Menteri Sosial bersama rombongan, yang dipimpin oleh Kemenko PMK, berada di lapangan untuk memberikan dukungan-dukungan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (17/8/2026). 

Hingga Senin, Kemensos telah menyiapkan 48 ton beras dan 5.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak di Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Ngada. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.500 paket sembako telah direalisasikan.

Dukungan pangan juga diberikan melalui dapur umum yang telah beroperasi di Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan disiapkan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada warga. 

Bantuan juga datang dari unsur TNI-Polri yang mengerahkan berbagai kebutuhan pendukung bagi masyarakat terdampak. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, perlengkapan sederhana seperti cangkul, sekop, dan toren air sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat. “Kadang-kadang orang lupa masalah hal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu yang penting,” ujar Maruli di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). 

Adsense

Polri turut mengirimkan bantuan dari sejumlah wilayah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Polda Metro Jaya mengerahkan 12 truk berisi air mineral, makanan siap saji, makanan bayi, selimut, sarung, alas tidur, hingga terpal. 

Di daerah, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan, status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. “Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama Pemerintah,” ujar Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. 

Baca juga : Gejolak Di Aceh Harus Secepatnya Didinginkan

Laka Lena mengatakan, seluruh sumber daya akan diarahkan untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban serta pelayanan kesehatan. Selain itu, Pemerintah daerah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan tempat pengungsian, pemulihan akses transportasi dan infrastruktur, serta penanganan dampak bencana lainnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan, Pemerintah telah menyiapkan strategi penanganan sekaligus mengerahkan sumber daya logistik dan armada. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan dan pemulihan di wilayah terdampak. 

Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, bertugas menyalurkan bantuan, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden, menuju dua posko utama di NTT, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Kedua posko tersebut menjadi pusat distribusi bantuan ke sejumlah kabupaten terdampak. 

Posko Labuan Bajo melayani kebutuhan wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Maumere menjadi titik distribusi untuk Sikka, Ende, dan Nagekeo. 

Untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi, BNPB mengerahkan armada darat, laut, dan udara. Enam pesawat disiagakan di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, sedangkan helikopter dipersiapkan untuk mendukung evakuasi medis. 

Jalur darat diperkuat dengan truk logistik untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Sementara akses laut dibantu kapal Pelni dan kapal feri untuk menjangkau wilayah kepulauan, termasuk Palue yang aksesnya terdampak gempa. 

“Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami,” ujar Suharyanto, Senin (17/8/2026). 

Baca juga : Neni Nur Hayati: Pembahasan Pansus Panjang Dan Lama

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, akses jalan, listrik, dan jaringan telekomunikasi di lokasi bencana berangsur pulih. Tim gabungan masih bersiaga di tujuh kabupaten terdampak untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi. 

Menurut Berton, secara umum jalanjalan di NTT sudah dapat dilalui meski masih terbatas. Kondisi kelistrikan juga terus membaik, terutama di wilayah Flores Barat dan Flores Timur. 

Jumlah Korban 

Di tengah upaya pemulihan infrastruktur, jumlah korban meninggal dunia kembali diperbarui. Berton menyampaikan hingga data terakhir yang diterima Pemerintah, sebanyak 68 orang meninggal dunia dan 213 lainnya mengalami luka-luka. 

Rinciannya, 26 korban meninggal berasal dari Manggarai, 24 dari Manggarai Timur, delapan dari Nagekeo, empat dari Sikka, dua dari Ende, dua dari Manggarai Barat, dan dua dari Ngada. Pemerintah masih memantau perkembangan jumlah korban karena proses pencarian dan pendataan terus berjalan. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense