RM.id Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pendataan dan verifikasi 53.971 rumah yang rusak akibat gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, 19.006 rumah mengalami rusak berat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, pendataan dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.
Pendataan ini penting agar pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, pendataan rumah menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.
Khusus rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.
Baca juga : Percepat Pemulihan NTT, Pemerintah Gotong Royong
“Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,” ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23/8).
Ia menambahkan, BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.
Berdasarkan data sementara per Sabtu (22/8/2026), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.
Berikut sebaran rumah rusak di tujuh kabupaten terdampak gempa M7,7 NTT:
- Kabupaten Nagekeo mencatat 4.829 unit rumah rusak, dengan rincian 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan.
- Kabupaten Ende mencatat 3.953 unit rumah rusak, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, dengan rincian 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit rumah rusak, dengan rincian 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.
- Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan.
- Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit rumah rusak, dengan rincian 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.
- Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.
Berton mengatakan, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.
Baca juga : Andhyka Muttaqin: Benahi Dulu Dong Sistem Penanggulangan Bencana
“Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan, sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” jelas Berton.
Menurutnya, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.
Khusus di Kabupaten Nagekeo, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.
Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.
Baca juga : Hidayat Nur Wahid: Kewenangan Presiden, Perlu Dikaji Lebih Dalam
Berton menegaskan, BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.
“Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan, sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.